PORTALINDO.co.id | PATI / JAWA TENGAH – Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) dari dapur Satuan Pengelola Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1, menimpa ratusan siswa dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati, Kabupaten Pati, Rabu 9 September 2026. Hingga kini, jumlah siswa yang mengalami keluhan disebut mencapai sekitar 230 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan data mengenai jumlah siswa yang terdampak masih bersifat dinamis. Pihaknya masih melakukan pendataan berdasarkan laporan dari sejumlah fasilitas kesehatan (faskes).
“Data belum ya, kita masih dinamis, belum bisa dipastikan. Nanti kita update berdasarkan data faskes. Itu dari dua sekolah,” ujar Luky.
Saat ini ratusan siswa masih dirawat di Puskesmas Gembong dan di RSUD Soewondo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihaknya melalui petugas kesehatan masih melakukan pemantauan terhadap para siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap makanan program MBG tersebut.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan yang disajikan kepada para siswa. Sampel tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG.
“Sampel makanan yang disajikan dari SPPG. Hasilnya keluar satu dua mingguan,” imbuhnya.
Sampel makanan tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan atau kontaminasi tertentu yang menyebabkan para siswa mengalami gangguan kesehatan.
Luky menyebutkan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua minggu. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan tersebut.
Red / Tio







