PNS Unhas Tewas Ditebas Oleh Sopir Taxi,Berikut kronologinya

PORTALINDO.CO.ID MAKASSAR — Buntut transaksi jual beli tanah berakhir tragis. PNS Unhas dikabarkan menjadi korbannya.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsul Bakhtiar mengatakan, Sarifuddin Sarro (45), awalnya menjual sebidang tanah di Desa Manggalli, Kabupaten Gowa, berukuran 10×15 meter, kepada Salehuddin (55). Harganya Rp105 juta. Saleh yang menyetujui harga yang ditawarkan Sarro, akhirnya membayar lunas. Transaksi jual beli ini dimulai, Februari, 2017.

Namun, Saleh tak diberikan AJB. Sarro berjanji akan memberikannya, di waktu lain. Saleh yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir taxi, gelisah lantaran Sarro tak kunjung datang atau memberi kabar akan membawa AJB.  Minggu, 29 April, sekitar pukul 09.15 Wita, Saleh mendatangi rumah Sarro di Jalan Tambasa 3, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Saleh mengeluarkan plan bertuliskan “SARIFUDDIN SARRO PEMBOHONG PENIPU” beserta sebilah senjata tajam, parang, dari mobilnya. Sebelum masuk ke dalam rumah, Saleh memasang plan terlebih dahulu di depan pintu rumah korban, Sarro. Setelah itu, Saleh mendobrak pintu korban, sambil membawa parang.

“Masuk mi dobrak pintu, lalu na parangi pemilik rumah,” kata Baktiar, di dampingi Kanit Reskrim Polsek Tamalanre AKP Muh. Warpa, di Polsek Tamalanrea. Selain menebas, Sarro, keluarga Sarro, Sinar (40)  juga ditebas oleh pelaku.

“Karena berhasil masuk, Keluarganya ini menghalangi, jadi pelaku menebas juga,” katanya. Pelaku yang berhasil mengabisi korban dengan menebasnya puluhan kali di bagan badan.

Setelah itu pelaku melarikan diri, dari kerumunan warga. Ia menancap mobil taxi berwarna hitamnya menuju Polsek Tamalanrea untuk menyerahkan diri.

“Korban yang berusaha di larikan kerumah sakit. Sinar mengalami luka dan selamat, sedangkan Sarro meninggal dunia. Sarro katanya PNS di Unhas,” tandasnya.(Umar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.