Pernyataan Sikap AMM Banten

Mencermati dinamika politik akhir-akhir ini, terutama tingkah dan ucapan elit politik sangat mengkhawatirkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan diantara anak bangsa. Misalnya, terbaru ini yang disampaikan Desmond Mahesa yang menyinggung Amien Rais adalah pecundang yang telah mengamandemen UUD pasca era reformasi. 
Kami menilai ucapan Desmond tersebut tidak memberikan contoh baik dan  tidak berdampak positif justru berpotensi membuat kegaduhan baru antara anak bangsa. 
Amein Rais tentu bukan satu-satunya tokoh penggerak gelombang reformasi, ada tokoh-tokoh lain yang menjadi satu kesatuan dalam gelombang reformasi tersebut. 
Namun perlu diingat peristiwa perjalanan Amien Rais semasa beliau menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (1995-1998), beliau melihat kondisi politik dan perekonomian yang sudah terlanjur membusuk dan sangat tidak sehat bagi demokratisasi sehingga mendorongnya mengambil langkah berani yang tidak popular dan bersuara lantang tentang silang sengkarut praktek KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) ditubuh birokrasi serta ekspoitasi serakah kekayaan negeri yang sangat merugikan Negara. 
Kehadiran Amien Rais di Muhammadiyah dengan lompatan-lompatan gagasannya  justru dianggap sejalan dengan watak gerakan pembaharuan yang kritis dan kolektif, hal itu kemudian mendapat dukungan penuh. 
Maka Tanwir Muhammadiyah tahun 1993, dihadapan peserta Tanwir Muhammadiyah di Surabaya Amein Rais kembali menggulirkan issu besar, yakni perlunya suksesi kepemimpinan nasional (kepresidenan). 
Sebuah langkah janggal pada saat itu sebab gurita kepemimpinan Orde Baru masih sangat mencengkram. Keberaniannya mengambil langkah resiko yang tak jarang bahkan mengancam jiwanya. Sebagai sikap amal ma’ruf nahi mungkar yang sesungguhnya amanat dan sekaligus ruh gerakan dakwah muhammadiyah. 
Gelombang suksesi kepemimpinan nasional menjadi magnet Amien Rais dari seminar ke seminar dari kampus ke kampus, sehingga arus besar gelombang reformasi itu bergulir massif. Tak heran jika sosok Amien Rais menjadi tokoh sentral gerakan reformasi tumbangnya rezim soeharto.  
Sejak Amien Rais  menduduki jabatan ketua MPR RI 1999-2004, telah terjadi amandemen 4 kali UUD yang merupakan rangkaian bagian agenda reformasi untuk menuntasakan agenda bangsa yang harus dikawal oleh anak bangsa. keputusan itu tidak berdiri tunggal seorang Amien Rais, tetapi keputusan kolektif kolegial Pimpinan MPR RI. 
Dari uraian singkat diatas bisa ditarik benang merahnya bahwa sosok Amien Rais tidak berdiri sendiri dalam melakukan konsolidasi kepemimpinan nasional. 
Kelompok mahasiswa sebagai kelompok cendikiawan progresif dan visioner mendominasi gerakan gelombang arus besar reformasi dan kelompok-kelompok lain yang tidak bisa dipisahkan menjadi kesatuan runtuhnya rezim Soeharto.
Namun tidak dipungkiri Amien Rais magnet dari berkobarnya api reformasi tersebut. 
Jadi, pernyataan yang disampaikan Desmond terkait Amien Rais sebagai pecundang reformasi tidaklah tepat dan keliru serta penuh rasa kebencian. 
Pernyataan Desmond selaku wakil rakyat dan elit di Partai Gerinda tentu harus menjadi perhatian serius oleh internal Partai Gerinda. 
Untuk itu kami mendorong beberapa hal kepada anak bangsa terutama elit politik. Bahwa pertama politik itu mempersatukan arah bangsa lebih maju bukan memecah belah satu dengan yang lainnya.
Kedua mendorong kepada elit politik untuk menjaga ucapannya dari potensi memecah belah
Ketiga Mendoronag elit berpolitk dengan kepentingan yang lebih luas
Keempat mendorong elit politik untuk menanamkan nilai-nilai akhlak baik dalam kehidupan berpolitik
Kelima mengajak semua komponen elit politik untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
Keenam mendesak Ketua Umum Partai Gerinda untuk mengevaluasi Desmond Mahesa dan Ketujuh meminta Desmond Mahesa untuk menyampaikan maaf kepada warga AMM muhammadiyah.
Demikian pernyataan sikap dari Angkatan Muda Muhammadiyah Banten (AMM) untuk diperhatikan dengan sesungguh-sungguhnya.
Tertanda: Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) terdiri ketua Pemuda Muhammadiyah Suparta kurniawan, Ketua IMM Banten M. Asep Rahmatullah dan ketua IPM Banten Ahmad Rifai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.