Peringati Harlah Ke 72 PC Muslimat NU Ajak Jamaah “Satukan Langkah Bangun Negeri”

Sigap88news.co.id KOTA TANGERANG – “Bulan Rajab adalah bulan keistimewaan buatku, dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk umatku, hal tersebut disampaikan saat Harlah Muslimat NU ke 72, Peringatan Isra’ Mi’raj dan Peringatan Hari Kartini serta penutupan sementara pengajian Pengurus Cabang Muslimat NU Kota Tangerang, di gedung PCNU Kota Tangerang, Sabtu 21 April 2018
Peringatan Harlah Muslimat NU ke 72, mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri” ini dihadiri pengurus PC  Muslimat Kota Tangerang dan Kecamatan, serta jama’ah majelis ta’lim.
Ketua PC Muslimat NU Kota Tangerang, Hj Fatimah Tomas dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Muslimat lahir bersamaan dengan hari penutupan kongres NU XVI di Menes. Organisasi Muslimat NU secara resmi dibentuk, tepatnya tanggal 29 Maret 1946 / 26 Rabiul Akhir 1365.
Kemudian Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Muslimat NU sebagai wadah perjuangan wanita Islam Ahlus Sunnah Wal Jama`ah dalam mengabdi kepada agama, bangsa dan negara.
Selanjutnya kata Fatimah, ini kita peringati hari lahirnya bertepatan dengan hari lahirnya Pejuang wanita Indonesia RA Kartini, peringatan Isra’ Mi’raj dan sekaligus penutupan sementara pengajian untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Tangerang, KH Ahmad Baihaqi MA, dalam tausiyahnya memaparkan bahwa ada empat bulan istimewa dari 12 bulan yang Allah ciptakan, yaitu bulan Rajab, Rowa (Sya’ban), Puasa (ramadhan) dan Muharram.
Kemudian lanjutnya, bulan rajab adalah bulan keistimewaan buatku, dan ramadhon adalah buat umatku,Mengapa bulan Rajab menjadi bulan keistimewaan buatku?. Karena pada bulan tetsebut ada peristiwa yang  sangat agung yaitu peristiwa Isra Mi’raj.
Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi muhammad  dari masjidil Haram ke masjidil Aqso sampai ke Sidratul muntaha. Sebelum melalukan perjalanan tersebut Nabi Muhammad hatinya di cuci (dibersihkan) terlebih dahulu hingga tiga kali agar tidak ada kotoran yang melekat dihatinya, dicuci juga keimanannya. Agar Nabi Muhammad bersih dari penyakit hati. Sebab penyakit hati yang paling besar dan berbahaya adalah iri/ dengki.
Kemudian, Isra dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yqng berbeda, dalam Isra, Nabi Muhammad   “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad   dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Dia mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu sebanyak 17 raka’at.
Baihaqi melanjutkan, bahwa tatkala di Isra’ Mi’rajkan Nabi Muhammad mengaku (menceritakan) kejadian tetsebut kepada Abu Bakar Sidik, dan beliaulah yang mengakui dan meyakini pertama kali ke absahan isra mi’raj, makanya mendapat gelar as syidik.
Lanjutnya, momen ini bertepatan dengan peringatan hari Kartini, pejuang emansipasi wanita Indonesia. Untuk itu jadilah  wanita yang sholehah, karena wanita adalah tiangnya negara, negara akan kuat bila  akhlak wanitanya bagus dan negara akan hancur bila akhlak wanitanya juga hancur.
Iapun mengajak kepada jamaah untuk memperbanyak sholawat di bulan rajab ini. Bulan sya’ban adalah bulannya Allah untuk para hamba-hambanya.  “Perbanyak sholawat dan amal kebaikan di bulan sya’ban ini, karena di malam ke 15 bulan ini adalah kw duanya malam lailatul qadar,” pungkasnya.
Ida Rosidah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.