HARI KESIAPAN BENCANA ALAM 2018 PEMKAB BOGOR

POTALINDO.CO.ID
Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Simulasi Evakuasi Bencana serta upacara peringatan dengan tema ”Siaga Bencana Dimulai Dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas” bertempat di Lapangan Agrowisata Gunung Mas PTPN VIII, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar dengan memimpin peserta apel siaga berjumlah 660 peserta yang berasal dari Kodim 0621, Polres Bogor, BPBD Kab. Bogor, Damkar Kab. Bogor, Satpol PP dan Linmas Kec. Cisarua dan Megamendung, PMI Kab. Bogor, Tagana Kab. Bogor, Pramuka, RAPI, ORARI, relawan dan elemen lainnya.

Dalam sambutannya, Adang menyampaikan Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dilaksanakan  sebagai  Kesiap siagaan Bencana Nasional yang pertama kali. Hal ini didasari pertimbangan bahwa Hari Bencana nasaional adalah  disahkannya Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang antara lain mengajak semua pihak untuk meluangkan waktu satu hari melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak, terpadu, terencana dan berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menuju Indonesia yang tangguh bencana.

“Targetnya dapat mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana. Khususnya di daerah yang rawan terjadi bencana,” ujar Adang.

Ia menambahkan bahwa secara geografis Kabupaten Bogor cenderung rentan terhadap bencana yang diakibatkan oleh aktivitas meteorologi maupun aktivitas geologi maupun vulkanologi. Berdasarkan data kejadian bencana tahun 2017~ 2018 terdapat 593 bencana terdiri atas bencana longsor 215 kejadian, banjir 47 kejadian, kebakaran 78 kejadian, angin kencang 205 kejadia, kekeringan 12 kejadian, pergeseran tanah 9 kejadian, gempa bumi 3 kejadian dan lain-lain sebanyak 24 kejadian.

“Sesungguhnya penanggulangan bencana bukan hanya merupakan kegiatan tanggap darurat bencana, namun meliputi berbagai aspek dan merupakan siklus kegiatan dari pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana yang berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga memerlukan koordinasi dengan penekanan pada kepedulian publik dan mobilitas masyarakat demi kemanusiaan,” Ungkap Adang dihadapan para peserta upacara.

Usai upacara, rangkaian kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional diisi dengan simulasi evakuasi bencana. Acara ini melibatkan sejumlah unsur terkait seperti BPBD, Damkar, Satpol PP dan Linmas, Palang Merah Indonesia, Tagana, Pramuka, dan masyarakat sekitar kabupaten bogor.(Irma/Rachmat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed