Bupati Morut : Tingkat Kesehatan Masyarakat Semakin Baik

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor mengatakan bahwa tingkat kesehatan masyarakat Morowali Utara semakin baik. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan indeks kesehatan wilayah Kabupaten Morowali Utara di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Saat ini Morut menduduki peringkat kedua, setelah Kabupaten Morowali dalam hal intervensi kasus yang ditemukan,” kata Bupati Aptripel saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda), Kamis, 3 Mei 2018.

Menurut Bupati Aptripel, hal ini tidak terlepas dari implementasi program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga yang sangat membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam penetapan dan pengambilan keputusan untuk program pembangunan kesehatan di daerah ini.

“Selain itu, semua ini dapat terwujud atas kerja keras dan kerjasama semua bidang yang terlibat dalam pelayanan kesehatan,” ucap Bupati Aptripel.

Meski demikian, tambah Bupati Aptripel, sesuai tema Rakrkesda tahun ini, ada tiga issu strategis kekinian yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Baik dari Dinas Kesehatan maupun lintas sektor, yakni percepatan eliminasi tuberculosis, penurunan stunting  dan peningkatan cakupan serta mutu imunisi.

“Masalah kesehatan merupakan hal yang perlu menjadi perhatian semua pihak, baik Pemda, dunia usaha dan masyarakat. Tujuannya agar berbagai masalah kesehatan dapat diatasi bersama, sehingga tidak terjadi kesenjangan pelayanan kesehatan masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aptripel menyampaikan, ucapan terimakasi serta apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan jajajarannya yang sudah berupaya menorehkan prestasi ditahun 2017. Pertama,  dari 13 Puskesmas di Morut, sebanyak 7 Puskesmas telah terakreditasi 3 Puskesmas dengan status Madya dan 4 terakreditasi dasar.

Kedua, Puskesmas Molino yang menempati peringkat 1 Puskesmas pedesaan, Puskesmas Baturube kategori terpencil/sangat terpencil. Ketiga, Tenaga Kesehatan asal Puskesmas Pandauke juara 1 tingkat provinsi dan mewakili Sulteng ke tingkat Nasional

“Apresiasi juga saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan sebagai pelopor inovasi Germas melalui senam bersama semua OPD setiap jum’at, sekaligus ajang silaturahmi antar OPD,” tutur Aptripel.

Melalui momentum Rakrkesda tahun ini,  Ia berharap Forum Rakrkesda ini dapat menghasilkan komitmen dalam mengidentifikasi masah dan menyusun upaya dalam mempercepat eliminasi tuberculosis, penurunan stunting dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi melalui rencana aksi kecamatan dan dilaporkan berjenjang.

“Semoga dengan berkumpulnya semua penggiat pembangunan kesehatan, baik Provinsi, Kabupaten, Puskesmas, Pemerintah Kecamatan, Desa se-Morut, maka maksud dan pertemuan ini dapat tercapai,” pungkasnya mengakhiri sambutan. (Wardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.