Portalindo.co.id, Jakarta – Pemerintahan Prabowo Subianto menetapkan prioritas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai langkah awal memperkuat intervensi gizi nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan pemenuhan gizi pada masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, yang dinilai paling menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan generasi mendatang.
Bahkan Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan arahan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan sasaran kelompok 3B sebelum menyasar sekolah atau peserta didik. Sebab kelompok 3B dinilai sebagai kelompok yang lebih rentan sehingga perlu diutamakan.
“Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan,” ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.
Sony mengatakan, Indonesia menjadi pionir dalam memberikan makanan bagi kelompok 3B. Hal tersebut menjadi keunggulan program MBG dibandingkan praktik serupa di negara lain karena lebih dari 77 negara hanya melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah.
“Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B,” ungkapnya.
Di samping itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu. Ia pun berharap melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.
“Pola pikir masyarakat Indonesia berubah, yang tadinya tidak memperhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin,” jelas Sony.
Per bulan Maret 2026, distribusi MBG untuk kelompok 3B telah mencapai jumlah yang membanggakan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan sebanyak 6,2 juta Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B telah didistribusikan oleh 52 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK).
“Alhamdulillah, ini (MBG 3B) juga kita pastikan nanti berjalan di seluruh Indonesia, walaupun belum sampai pelosok,” tuturnya.
Ida Bastian







