KAYUAGUNG (portalindo.co.id)–Perjanjian secara lisan maupun tulisan oleh Beberapa pihak dari PT.Waskita Karya kepada perwakilan masyarakat sehubungan dengan aksi kepedulian masyarakat Kelurahan Kotaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, dengan menggelar aksi tanam pohon pisang ditengah jalan yang berlobang beberapa pekan lalu.
Aksi tersebut dilakukan warga setempat dikarenakan telah berulangkali lobang dibeberapa sudut jalan yang telah rusak parah tepatnya mulai dari turunan jembatan Komering di Kelurahan Kotaraya sampai menuju Jalan lintas Sepucuk yang berada dibelakang Kelurahan Kotaraya-Kedaton, diduga dikarenakan alat transportasi pengangkut material Subkon dari PT.Waskita Karya itu hampir mencelakakan warga yang sebelumnya warga telah melaporkan hal tersebut kepihak PT agar jalan rusak ini segera diperbaiki.
Dengan kebijakannya, pihak PT.Waskita karya menanggapi beberapa keluhan serta permintaan warga untuk memperbaiki jalan yang rusak juga kalaitu warga meminta agar pihak PT berkebijakan untuk membagikan Masker penutup debu kepada pengguna jalan dan berjanji segera memindahkan rute transportasi angkut material melalui jalan alternatip yang berada di desa Arisan Buntal masih dalam ruanglingkup Kecamatan setempat semuanya telah terealisasi.
Takhanya warga setempat, kebijakan ini yang semestinya telah ditaati pihak PT tersebut melalui rapat bersama Pemerintah setempat beberapa Bulan bahkan Tahun lalu dengan prihal yang hampir serupa, ahirnya dapat ditaati pihak PT tersebut mulai beberapa pekanlalu, “tutur Ali, salah satu perwakilan warga Kotaraya saat dihampiri bersama puluhan warga setempat Sabtu (22/9) sekira pukul 23:22 WIB dinihari yang terlihat sedang menertibkan mobil material Subkontraktor yang membandel.
“Namun disayangkan, “katanya, dari perjanjian itu, mobil alat angkut material yang seharusnya tidak lagi melewati jalan poros kota dan segera memutarkan arah menuju jalan alternatip yang berada di desa Arisan Buntal seperti perjanjian yang telah dijanjikan pihak PT kepada warga setempat terkait aksi warga beberapa pekanlalu masih juga diterobos oleh beberapa Subkontraktor PT.Waskita yang nakal.
Ali juga mengatakan, “takhanya malam ini kita menertibkan mobil angkut material juga para Subkon PT.Waskita yang berani membandel, sudah hampir setiap malamnya mulai dari perjanjian itu para subkontraktor dan malah beberapa alat angkut milik PT.Waskita masih juga membandel, malahan ada juga yang meminta pengawalan dari tokoh masyarakat setempat dan yang lainnya untuk kiranya meloloskan mobil angkut ini dari tindakan penertiban warga, “jelas Ali.
“Tetap warga setempat ambil tindakan sesuai dengan perjanjian pihak PT.Waskita kepada masyarakat bahwasanya transportasi angkut material ini tidak diperbolehkan lagi melalui jalan poros kota dan apabila transportasi tersebut masih membandel, silahkan untuk warga menertibkan atau melarangnya agar melalui jalan alternatib di desa Arisan Buntal, “cetus Ali.
Sementara salah seorang warga setempat, Jaya menandaskan, Dari semua kesepakatan baik melalui tulisan ataupun lisan yang telah disepakati oleh pihak PT tersebut baik itu bersama warga maupun Pemerintah setempat agarkiranya dapat ditaati oleh pihak PT.Waskita Karya beserta Subkontraktornya dan apabila para Subkon masih membandel dimohon pihak PT untuk memberi himbauan kepada Subkon-subkon tersebut “jelasnya.
“Kita sesuaikan perjanjian dan taatilah perjanjian itu, dan malah warga disini tidak hanya rugi waktu, fisik juga pendapatan berjualan beberapa pedagang kecil disinipun menurun lantaran kondisi juga situasi jalan yang berdebu, belum lagi korban kecelakaan dan yang lainya, apakah tidak ada rasa saling menghargai dan menjaga perasaan kepada kami selaku pribumi disini, “tandasnya (G-wijaya)











