Ketahanan Pangan Indonesia Menguat di Tengah Tekanan Global

Portalindo.co.id, Jakarta – Ketegangan geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah terus meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia.

Eskalasi konflik, gangguan jalur logistik, serta ketidakpastian perdagangan internasional dinilai berpotensi menekan pasokan dan mendorong lonjakan harga pangan di tingkat global.

Bahkan, Rusia telah mendorong pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipatif terhadap potensi krisis.

Di tengah tekanan tersebut, Indonesia mencatat penguatan signifikan pada sektor ketahanan pangan nasional.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 4,7 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, dan terus bergerak menuju angka 5 juta ton.

Sementara itu, ketersediaan beras di pasar domestik dan sektor hotel, restoran, dan katering (HoReCa) tercatat sekitar 12 juta ton, ditopang potensi produksi dari standing crop hingga akhir tahun.

Kombinasi tiga lapisan ketersediaan tersebut dinilai mampu menjamin kebutuhan pangan nasional hingga 11 bulan ke depan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah tekanan global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan cadangan pangan merupakan langkah strategis yang telah dipersiapkan sejak awal.

“Sejak awal, pentingnya swasembada dan penguatan cadangan pangan sudah ditekankan sebagai strategi menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Ia menambahkan, posisi cadangan saat ini mencerminkan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai skenario krisis.

“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan,” tegasnya.

Menurutnya, dinamika global yang tidak menentu menuntut penguatan produksi dalam negeri dan kemandirian pasokan.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi El Nino.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menekankan pentingnya menjaga rantai pasok secara menyeluruh.

“Urusan pangan ini mulai dari penyediaannya sampai tiba di meja masyarakat harus kita jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian konsumsi masyarakat.

“Kita harus bijak dalam mengonsumsi dan berbelanja pangan. Jangan panic buying karena dampaknya besar,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan kondisi pangan nasional tetap stabil di tengah dinamika global.

“Kita sudah swasembada pangan. Walaupun ada tekanan global, untuk kebutuhan makan tetap aman,” ujarnya.

Ida Bastian