KOTA TANGERANG – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT) Kota Tangerang mengadakan wisuda santriwan/i XIII di ruang Al Amanah, gedung Puspem Jl Satria Sudirman Kota Tangerang, Sabtu 12 Mei 2018.
Sebanyak 451 wisudawan-wisudawati mengikuti prosesi tersebut. Mereka berasal dari 55 Madrasah Diniyah (MD) dari 189 MD yang ada di Kota Tangerang.
Hadir dalam acara itu Pjs Walikota Tangerang M Yusuf, Ketua MUI Kota Tangerang KH Edi Junaedi Nawawi, Kadis Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman, Kabag Kesra, Kasie Kurikulum, Kasie Pontren, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Prov Banten, Sekretaris FKDT Kota Tangerang Didi Ahmadi, Ketua Panitia Wisuda Syamsudin dan para undangan serta orang tua saantri.
Pjs Walikota Tangerang, M Yusuf mengatakan tugas kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa guna mencetak insan Indonesia yang unggul.
“Dikatakan unggul yakni punya pengetahuan dimulai tingkat TK sampai pendidikan yang tertinggi sesuai dengan bidangnya. Kemudian terampil di bidangnya, lalu mempunyai sikap/ prilaku sesuai dengan kepercayaan atau keyakinan, apalagi kita Muslim harus mempunyai iman dan taqwa. Semua pengetahuan itu ditempuh melalui proses formal dan non formal,” papar Pjs Walikota Tangerang, M Yusuf.
Ditambahkannya, penanaman nilai-nilai agama inilah yang akan membuahkan manusia-manusia unggul.
Menyinggung Perda Diniyah, M Yusuf berjanji akan mempelajarinya. Nanti Perda Diniyah itu akan direalisasikan ke dalam program Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan dan Bagian Kesra
“Bila Perda bisa dilaksanakan mungkin ini rejeki untuk guru madrasah, tapi saya harus mempelajari Perda ini lebih dalam,” ungkapnya.
Kepala Kemenag Kota Tangerang, Dedi Mahfudin mengungkapkan rasa prihatinnya melihat kondisi Madrasah Diniyah hampir mirip TPQ di Kota Tangerang. Menurutnya makin ke sini jumlah Madrasah Diniyah makin berkurang, dan hampir gulung tikar.
“Ada guru Madrasah Diniyah lebih memilih jadi karywan di perusahaan swasta daripada jadi guru,” ujarnya dengan nada prihatin.
Dedi Mahfudin minta kepada guru Madrasah Diniyah untuk terus bersemangat berinovasi, sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi yang berakhlakul karimah.
“Bekerja keras, ikhlas beramal, tanpa pamrih hingga mengantarkan anak-anak menjadi anak pewaris Rasulullah,” ucap Dedi.
Ketua Panitia Wisuda, Syamsudin didampingi Sekretaris FKDT Kota Tangerang Didi Ahmadi menegaskan sampai saat ini Perda Diniyah Kota Tangerang belum diberlakukan karena masih menunggu peraturan turunannya yakni Perwal.
“Perda 4/2016 tentang wajib belajar Diniyah Takmiliyah belum dilakukan. Perwal sedang dibuat. Kami ingin Sahadah Diniyah diperlukan untuk peserta didik ketika mereka masuk ke jenjang SMP,” jelas Syamsudin.
Ia berharap Perda 4/2016 tentang Diniyah Takmiliyah secepatnya dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tangerang.
Syaiful, perwakilan orang tua murid mengapresiasi dan mendukung penuh kepada Ketua FKDT Kota Tangerang, Abdul Kohar, ia berharap Madrasah Diniyah Kota Tangerang yang dipimpinya menjadi lebih maju dan bisa sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya.
Ia minta musabaqoh tilawatil qur’an pesertanya disaring oleh guru madrasah dan menyertakan siswa Madrasah Diniyah.
“Ijazah Madrasah Diniyah bisa dipake sampai akherat. Sebab gurunya di samping mempunyai kemampuan umum juga punya kemampuan pesantren. Belajar di Madrasah Diniyah menjadi suatu amal sholeh dan dibalas Allah,” pungkas Syaiful
Ida












