DPRD Morut Sikapi Keluhan Warga Tontowea

Untuk menyikapi aspirasi terkait sengketa lahan antara warga desa Tontowea Kecamatan Petasia Barat dan pihak PT. Mulya Pasific Resort (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Komisi III DPRD Morut, Selasa, 24 April 2018.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRD Morut Muh. Safri yang didampingi Ketua Komisi I Melky Tangkidi dan Bakri Anggota DPRD Morut. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Morut diwakili Asisten Pemerintahan, Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan PT. MPR, Camat Petasia Barat, Kades, Babinkantibmas, Babinsa dan warga Tontowea yang berjumlah 20 orang.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Morut Muh Safri menyesalkan ketidak hadiran Pimpinan PT. MPR dalam menyelesaikan permasalah guna mencari solusi antar kedua belah pihak.

“Sebab ada beberapa dokumen yang kami butuhkan diantaranya, IUP, izin Lokasi, IPPKH serta dokumen pendukung lainnya. Begitu juga dokumen kepemilikan lahan warga seperti SKPT atau sertifikat,” kata Muh. Safri.

Untuk itu, tambahnya, saya minta pertemuan ini ditunda dan akan dilanjutkan hingga minggu depan pada Rabu, 3 Mei 2018 dan harus dihadiri oleh pimpinan PT. MPR dan seluruh undangan yang hadir saat ini.

“Ini pertemuan antar masyarakat dengan pihak perusahaan sudah sering dilakukan, tetapi hingga saat ini belum ada solusi bagi kedua belah pihak. Makanya, kalau bisa minggu depan permasalah ini sudah selesai,” jelasnya.

Abang Kelompon Ambo Asse dan Nelson Warga Tontowea menuding pihak perusahaan tidak ada niat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.  Sehingga, kita berharap DPRD Morut bersikap tegas terhadap pihak perusahaan.

Menjawab keinginan warga, Muh. Safri menegaskan, jika pimpinan PT. MPR tidak mengindahkan undangan DPRD Morut dalam pertemuan kedepan akan dilakukan pemanggilan paksa kepada yang bersangkutan.

Sementara perwakilan PT. MPR, Nico Herman Liku dalam kesempatan yang sama mengklarifikasi ketidak hadiran pimpinannya.  “Undangan baru sampai kepada kami tadi malam dan pertemuan dilaksanakan hari ini. Sementara, pimpinan masih posisi di Jakarta,” ucapnya.(Wardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.