Anggota DPRD Morut Mengamuk, Ini Pemicunya…!!!

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morowali Utara (Morut) yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Merah Putih, Irsad N. Mogelea, SH mengamuk dan sempat merusak sejumlah fasilitas Kantor DPRD seperti pintu dan kaca, Rabu, 9 Mei 2018 siang.

Menurut penuturan sejumlah narasumber pegawai di Sekertariat DPRD Morut diketui bahwa pemicu Anleg asal Partai Gerindra mempertontonkan tindakan tidak terpuji karena perubahan jadwal reses. “Intruksi Pak Ketua agar reses dilaksanakan tanggal 17 Mei 2018, dan pak Israd tidak setuju. Itu awal pemicunya,” ujar sejumlah narasumber di Sekertariat DPRD Morut yang tidak ingin namanya di Mediakan.

Selain itu, menurut Umar Ukas Kasubag Perencanaan dan Anggaran DPRD Morut, ditambah lagi dengan ketidak pastian soal pencairan anggaran reses. “Kalau soal adminsitrasi yang mau diajukan sudah selesai, hanya saja pencairan kewenangannya di OPD lainnya. Tapi alhamdulillah sudah cair sore ini,” tambahnya.

Saat di konfirmasi via telfon, Israd Mogelea membeberkan, pemicu insiden tersebut. Menurutnya, Ia mengamuk karena tindakan Ketua DPRD Morut yang sering melakukan perubahan jadwal secara sepihak tanpa melalui rapat musyawarah. Tidak hanya persoalan jadwal reses, jadwal bamus dan jadwal rapat paripurna juga demikian.

“Jadwal sudah ditetapkan, bahkab sudah berapa kali dilakukan perubahan. Tanpa musyawarah dan tidak ada alasan yang jelas, Ketua DPRD Morut merubah seenaknya. Apa-apaan, emangnya lembaga ini milik dia. Kalau pun tidak ada Ketua DPRD, kan ada dua unsur pimpinan yang lain. Tapi, ini tidak diberi kewenangan,” ujar Israd kesal.

Setelah saya cek, tambahnya, ternyata saya dapat informasi mereka berangkat ikut pertemuan Asosiasi DPRD dan Sekwan pun tidak ada ditempat. “Adapun mereka berangkat silahkan, namun jadwal jangan dirubah-rubah. Apalagi soal reses ini, kita dilapangan sudah memberikan informasikan kepada para Kades di desa-desa lokasi reses yang ditetapkan,” ungkapnya.

Menyinggung soal pernyataan Bendahara DPRD terkait belum adanya anggaran reses, Ia mengatakan, sebenarnya anggaran resesbbukan persoalan. Bahkan Ia sudah mencari dana tersendiri untuk menanggulangi anggaran reses tersebut.

“Jangan seenaknya merubah jadwal, apalagi ini menjelang bulan puasa. Kita harus menghargai umat lain yang berbeda agama untuk menjalankan ibadah. Ini biar orang ibadah natal atau puasa, bikin juga kegiatan meskipun tidak sesuai jadwal,” imbuhnya.

Ketua DPRD Morut Syarifudin Madjid saat dilakukan konfirmasi via telafon tidak dapat dihubungi. Bahkan setelah dilakukan konfirmasi melalui WatsApp pun tidak membalas cat wartawan media ini. (Wardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed