TNI-Damkar Tangsel Uji Kesiapsiagaan Malam di Tengah Risiko Kebakaran

Umum3 Dilihat

 

 

Portalindo.c.id =
KODAM JAYA, TANGERANG – Jarum jam baru menunjukkan pukul 22.00 WIB ketika enam unit kendaraan pemadam kebakaran berjejer di atas lahan aset Pertamina, Jalan Yaktapena, Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur. Tidak ada kobaran api sungguhan malam itu, namun kesiapsiagaan yang ditunjukkan seolah berbicara: jika bencana benar datang, mereka sudah siap.

Itulah wajah Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran yang digelar Kodim 0506/Tangerang pada Minggu malam, (15/3/2026). Sebuah simulasi yang bukan sekadar formalitas, melainkan uji nyata kecepatan, koordinasi, dan respons lintas satuan.

Kegiatan dipimpin langsung Letkol Inf Robiansyah, Pabandya Lat Sopsdam Jaya, yang hadir bersama sejumlah perwira dari Koramil dan Yonkav 9. Total enam unit Damkar diterjunkan, tiga unit dari Yonkav 9, satu unit dari Koramil 05/Ciputat, satu unit dari Koramil 07/Pondok Aren, dan satu unit dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan.

Pengamanan lapangan diperkuat 18 personel dari Koramil 05/Ciputat di bawah komando Letda Cke Nurzimal, memastikan seluruh area latihan terkendali sejak awal hingga akhir kegiatan.

Letkol Inf Robiansyah menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan satuan yang dirancang secara sistematis oleh Sopsdam Jaya.

“Latihan ini bukan kegiatan seremonial. Ini adalah bagian dari siklus pembinaan kemampuan satuan yang kami rancang untuk memastikan setiap prajurit benar-benar siap menghadapi situasi darurat di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam sistem penanggulangan bencana. Menurutnya, respons yang cepat hanya bisa terwujud jika koordinasi sudah dilatih jauh sebelum bencana terjadi.

“Koordinasi dengan Damkar daerah dan unsur sipil harus sudah terbangun sejak masa damai. Ketika bencana datang, tidak ada waktu untuk saling mengenal, semua harus langsung bergerak,” ujar Letkol Inf Robiansyah.

Senada dengan itu, Danramil 05/Ciputat Mayor Inf Tarsan menjelaskan bahwa pemilihan waktu malam bukan tanpa alasan. Kondisi keterbatasan cahaya dan suhu yang berbeda menjadi bagian dari tantangan yang sengaja dihadirkan dalam simulasi.

“Kebakaran tidak mengenal waktu. Kami ingin memastikan personel dan peralatan siap bergerak kapan pun dibutuhkan, termasuk di tengah malam sekalipun,” ujar Mayor Inf Tarsan.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam latihan ini menjadi elemen penting yang tidak bisa diabaikan.

“Masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran. Dengan latihan bersama seperti ini, respons warga akan jauh lebih cepat dan terkoordinasi,” tambahnya.

Pemilihan lahan aset Pertamina sebagai lokasi latihan juga dinilai strategis. Kawasan itu berada di tengah permukiman padat Ciputat Timur, sehingga simulasi di titik tersebut memberikan gambaran nyata tentang tantangan pemadaman di lingkungan urban yang terus berkembang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Koordinasi antara satuan TNI, Damkar daerah, dan unsur sipil berjalan tanpa hambatan berarti.

Latihan gabungan lintas satuan sipil-militer ini mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat ketahanan komunitas di wilayah perkotaan. Kehadiran langsung perwira Sopsdam Jaya sebagai pembina teknis menegaskan bahwa program ini dijalankan secara serius, terstruktur, dan berorientasi pada kesiapan nyata di lapangan.(*)

Red
Sumber: Kodim 0506/Tangerang