Sinergi Pembinaan Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Cilegon Gandeng Disnaker dan DKPP Kota Cilegon

Umum47 Dilihat

 

Portalindo.co.idn//

CILEGON, – Pelaksanaan kegiatan kerja sama antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon dengan Dinas Ketenagakerjaan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon menjadi langkah nyata dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, pada Rabu (06/5/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta membuka peluang kerja bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Melalui sinergi lintas sektor ini, para peserta mendapatkan pembekalan berupa pelatihan kerja, wawasan kewirausahaan, hingga praktik langsung di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan warga binaan yang produktif dan siap bersaing di dunia kerja. “Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Cilegon Sri Widayati, S.T., M.M. menekankan pentingnya pelatihan berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini diharapkan dapat mempermudah proses reintegrasi sosial warga binaan setelah bebas nanti.

 

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon turut memberikan pelatihan teknis di bidang pertanian, mulai dari budidaya tanaman hingga pengelolaan hasil panen. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri bagi warga binaan.

 

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para warga binaan yang mengikuti pelatihan. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat dan menambah kepercayaan diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

 

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Lapas Kelas IIA Cilegon dapat terus menjadi wadah pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pemberdayaan dan perubahan positif bagi setiap warga binaan.

 

Red **