Serangan Teroris di Mapolda Riau Mengejutkan, Menyerang Dengan Samurai Bukan Bom

Umum69 Dilihat

Teror polda Riau

Portalindo.co.id – Jakarta – Ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur tidak hanya selesai di situ. Mapolda Riau menjadi sasaran aksi teror dari kelompok teroris, Rabu Rabu 16 Mei 2018. Kejadian ini menambah rentetan aksi radikalisme yang terjadi

Aksi teror ini bermula ketika sebuah mobil minibus menerobos masuk ke Mapolda Riau dan menabrak beberapa anggota kepolisian yang sedang melakukan pemeriksaan di pintu gerbang markas kepolisian. Peristiwa itu, lima orang meninggal dunia, satu di antaranya aparat kepolisian. Beberapa di antaranya mengalami luka-luka.
Empat pelaku di Mapolda Riau melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam bukan bom. Aksi teror di Mapolda Riau terbilang memiliki perbedaan seperti yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya. Petugas kepolisian melumpuhkan keempat pelaku saat turun dari mobil dengan membawa sebilah samurai atau pedang digenggamannya.
Mabes Polri menyatakan bahwa kelompok teroris penyerangan Mapolda Riau merupakan kelompok dari Negara Islam Indonesia (NII) yang berbaiat dengan Islamic State in Irak and Syria (ISIS).
Evakuasi jenazah pelaku teror di polda riau 

Beraksinya kelompok ini cukup mengejutkan, pasalnya NII sudah lama tak melancarkan aksinya. Mengingat selama ini kelompok teroris yang terbilang aktif hanya berasal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang belakangan diketahui dalang bom di Surabaya.
Melalui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, polisi mensinyalir bahwa keempat pelaku teror itu memiliki keterkaitan dengan kericuhan di Mako Brimob beberapa waktu lalu. Keempat orang itu ternyata sempat berada disekitaran Mako Brimob saat keributan terjadi. Namun, karena polisi bisa meredam kejadian Mako Brimob, akhirnya mereka memutuskan untuk merubah target dengan menyerang Mapolda Riau. 
Di balik teror Mapolda Riau, terselip kisah sedih. Seorang polisi yang dikenal agamis atau taat beribadah Iptu Anumerta Auzar harus menjadi korban kebiadaban teroris.
Dia meregang nyawa setelah ditabrak oleh salah satu terduga teroris saat hendak melarikan diri. Auzar tewas ketika sedang menjalankan tugasnya sebagai prajurit polri. Sebab itu, dia diberikan kenaikan pangkat luar biasa.
Semasa hidupnya, Auzar dikenal sebagai sosok yang baik. Bahkan, dia dikenal sebagai seorang ustad dan juga muazin. Bahkan, pria 56 tahun itu diketahui mengasuh beberapa anak yatim piatu di Riau.
Kini sosok pria baik dan agamis itu telah pergi selamanya. Selamat jalan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed