Sembilan Kelurahan di Cengkareng dan Kalideres Terdampak Gangguan Air Bersih, Warga Minta PAM JAYA Segera Cari Solusi

Umum21 Dilihat

Jakarta, portalindo//Gangguan pasokan air bersih kembali dirasakan sejumlah warga di wilayah Jakarta Barat. Penurunan kualitas air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota, Jakarta Barat, milik PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), yang disebut terjadi akibat musim kemarau panjang, berdampak terhadap berkurangnya hingga terhentinya sementara pasokan air kepada pelanggan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan PAM JAYA, terdapat sembilan kelurahan yang terdampak, yakni Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kalideres, Kamal, Kamal Muara, Muara Karang, Pegadungan, Pluit, dan Tegal Alur.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga, khususnya di wilayah Cengkareng dan Kalideres, harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Sejumlah warga mengaku terpaksa menggunakan air gerobakan maupun air galon isi ulang untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini dinilai menambah beban masyarakat karena kebutuhan air bersih harus dipenuhi dengan membeli dari sumber lain.

PAM JAYA sebelumnya menyampaikan bahwa pelanggan diimbau menampung air sebagai persediaan selama pasokan terganggu. PAM JAYA juga menyiapkan bantuan pengiriman mobil tangki air bagi pelanggan kategori rumah tangga serta kondisi darurat, seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan yayasan sosial melalui layanan Call Center 1500 223.

Namun, menurut keluhan warga, keberadaan layanan air tangki tersebut dinilai belum mampu sepenuhnya mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat di sembilan kelurahan terdampak, terutama bagi warga yang membutuhkan pasokan secara rutin setiap hari.

“Kami berharap PAM JAYA dan instansi terkait segera memberikan solusi yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Kalau air tidak mengalir, warga harus membeli air gerobakan atau air galon setiap hari. Ini tentu menambah pengeluaran warga,” keluh salah seorang warga.

Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani melalui pengiriman air tangki, tetapi juga dengan langkah teknis untuk segera memulihkan kualitas air baku dan normalisasi pasokan air perpipaan.

Masyarakat juga meminta adanya informasi yang lebih jelas mengenai perkembangan penanganan gangguan, termasuk perkiraan waktu normalisasi pasokan air, sehingga warga dapat mempersiapkan kebutuhan air bersih dengan lebih baik.

Di tengah kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Warga berharap PAM JAYA bersama instansi terkait dapat mempercepat penanganan sehingga pelayanan air bersih kembali normal dan beban masyarakat tidak semakin berat.bayu(bewok)