Portalindo.co.id //
BANYUMAS, tniad.mil.id — Semangat gotong royong dalam pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Windunegara, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, menghadirkan kisah inspiratif yang menyentuh hati. Di tengah aktivitas pembangunan, seorang warga penyandang disabilitas bernama Suparji turut membantu pembangunan jembatan bersama prajurit TNI dari Kodim 0701/Banyumas, Kamis (16/4/2026).
Meski memiliki keterbatasan fisik pada kedua tangannya, Suparji tetap hadir di lokasi pembangunan berbekal semangat dan ketulusan untuk ikut bergotong royong bersama warga dan personel TNI lainnya. Kehadirannya menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi bagi kemajuan desa.
Dengan penuh semangat, Suparji membantu berbagai pekerjaan yang mampu dilakukannya di tengah teriknya matahari. Keteguhan dan semangatnya pun memunculkan rasa haru sekaligus kekaguman dari warga maupun prajurit yang berada di lokasi pembangunan.
Jembatan Garuda Merah Putih tersebut menjadi akses penting yang nantinya akan mempermudah mobilitas dan aktivitas masyarakat. Namun ternyata, lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, proses pengerjaannya juga menghadirkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Personel Kodim 0701/Banyumas yang terlibat mengaku semakin termotivasi melihat semangat Suparji yang tetap ingin ambil bagian dalam pembangunan desanya. Sosoknya menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian dan kepedulian sosial tidak ditentukan oleh kondisi fisik, melainkan oleh ketulusan hati dan kemauan untuk membantu sesama.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih ini diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayahnya. Kelak, jembatan tersebut tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol perjuangan, kepedulian, dan semangat pantang menyerah masyarakat bersama TNI dalam membangun negeri.
Red **
*(Dispenad)*








