Portalindo.co.id, Jakarta – Pemerintah memperkuat kualitas pembelajaran Sekolah Rakyat melalui kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sebanyak 1.018 modul pembelajaran yang mencakup 177 mata pelajaran telah diserahkan UPI kepada Kementerian Sosial untuk mendukung proses belajar peserta didik Sekolah Rakyat di berbagai jenjang pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, mengatakan penyediaan bahan pembelajaran menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, kementerian dan lembaga, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Sekolah membutuhkan murid. Murid membutuhkan sekolah. Sekolah membutuhkan guru. Dan semuanya membutuhkan bahan pembelajaran atau modul ajar,” ujar Robben.
Ia menegaskan modul yang telah disusun tidak berhenti setelah diserahkan, melainkan akan terus dievaluasi berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik di lapangan.
“Modul ini bukan produk yang kemudian selesai. Setelah digunakan, kita evaluasi, kita lihat apa yang masih kurang dan kemudian kita sempurnakan,” tegasnya.
Robben juga menjelaskan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik. Pembentukan karakter serta pendampingan mental, spiritual, dan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pendidikan peserta didik.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Prof. Dr. Rudy Susilana, mengatakan penyusunan modul merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebutuhan pendidikan Sekolah Rakyat. Proses tersebut melibatkan akademisi UPI, unsur Sekolah Rakyat, dan pihak terkait lainnya.
“Penyusunan modul ini bukan sekadar pekerjaan akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujar Rudy.
Dari total 1.018 modul, sebanyak 322 modul dari 63 mata pelajaran disusun pada 2025, sementara 696 modul dari 114 mata pelajaran dikembangkan pada 2026. Berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut mencakup 73 mata pelajaran SD, 44 mata pelajaran SMP, dan 60 mata pelajaran SMA.
Seluruh bahan ajar tersebut akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS), sehingga dapat diakses secara digital oleh guru dan peserta didik. Pemanfaatan sistem digital diharapkan memperluas akses terhadap sumber belajar sekaligus mendukung efektivitas pembelajaran.
Melalui kolaborasi Kemensos dan UPI, pemerintah berharap Sekolah Rakyat memiliki bahan ajar yang semakin relevan dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Ida Bastian







