Satgas Karhutla TNI Buka Lahan Demplot Pupuk Organik Dari Limbah Sawit di Kayan Hilir

TNI, Umum17 Dilihat

Portalindo.co.id | Menjelang akhir penugasan, Satgas Karhutla TNI membuka lahan Demontrasi Plot (Demplot) yang menggunakan pupuk organik dari limbah sawit sebagai alternatif pengganti pupuk dari hasil pembakaran pohon di Kayan Hilir.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Kayan Hilir Kolonel Arh Saptarendra Prasada, ST, MM, Mombay Begununk, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, Selasa (15/09/2026)

Diungkapkan Sapta, pembukaan lahan Demplot Satgas TNI merupakan langkah alternatif untuk menyediakan pupuk alternatif pengganti dari hasil pembakaran pohon.

“Akar masalah dari pembakaran pohon bagi peladang bukan tentang pembukaan lahan, tapi kebutuhan peladang untuk memupuk lahan di Kayan Hilir yang memiliki tingkat asam yang kuat,”ujar mantan Kepala Laboratorium Dislitbangad Itu.

“Termasuk budaya masyarakat yang menanam padi organik, sehingga kita coba alternatif solusi pupuk bahan organik yang tersedia melimpah di Kayan Hilir yaitu dari pengolahan sawit berupa Tankos (tandan kosong) dan solid,’ tambahnya.

Anggota Satgas Karhutla TNI lain yang hadir yaitu Kolonel Laut (KH) Chumaidi Kolonel Kes Robi Mandolin.

Kita buka lahan sekitar 1000 m2, lanjut Sapta, untuk lahan yang digunakan milik Kepala Desa Mombay Begununk yang berada di perbatasan dengan desa Jambu.

“Selain itu, untuk limbah tandan kosong dan solid merupakan kerjasama dari PT. Gunas Group. Dari hasil koordinasi dengan perusaahaan, limbah itu juga bisa digunakan oleh masyarakat sebagai bagian komitmen mereka membantu masyarakat,’ tegas lulusan Akmil 1996 itu.

Selain dengan Penyuluh Pertanian, lanjut dia, dalam tahap uji coba pupuk di lahan Demplot ini juga nantinya di koordinir oleh Koramil Kayan Hilir dibantu oleh Polsek dan Siswa SMK jurusan Pertanian.

“Pelibatan Siswa SMK ini juga sebagai upaya pemberdayaan generasi muda”ujar Sapta yang juga mantan Kapendam II/Swj.

Lanjut dikatakannya, pihak kecamatan yang diwakili Sekcam (Yuda Muhammad Nugraha S.STP, Msi), Kepala Desa Mombay Begununk (Leo Albert, S.Kom), Wakil Kepala Sekolah SMK (Budi Herianto) menyambut baik program ini.

Senada dengan disampaikan Sapta , Kades Mombay Begununk ungkapkan dirinya sangat senang dengan program Demplot karena bisa menjadi alternatif solusi dalam masalah pertanian atau ladang.

“Semoga dari kegiatan ini bisa bermanfaat, dan kami siap untuk mendukung program ini. Karena memang tantangan dalam pertanian terus berkembang apalagi musim kemarau yang tak menentu,”tegas Leo.

Demikian pula pihak PT. Gunas Group menyampaikan komitmen perusahaan mereka dalam membantu masyarakat.

“Limbah produksi sawit yang ada yaitu Tankos Kosong dan Solid kami silakan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat karena bisa bermanfaat untuk pupuk pertanian dan ladang,”ujar Nurhayadi.

Sementara itu, Tokoh Adat Undau Kayan Hilir, Matius Nampun menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik dari inisiatif Satgas Karhutla.

“Kebetulan lahan yang digunakan merupakan tanah kami, dan jika nanti digunakan oleh SMK untuk bahan praktek kami persilakan dan hasilnya juga persilakan untuk yang mengolah. Kami senang dan bangga bisa berkontribusi untuk membantu masyarakat,”ujar pria yang akrab di sapa Pak Nampun itu.

Menyikapi rencana dari Satgas Karhutla serta Kepala Desa serta tokoh Adat Undai, Budi Harianto yang mewakili SMK menyampaikan terima kasih atas pelibatan siswanya.

“Terima kasih, kami senang dilibatkan karena saat ini lahan praktek SMK kondisinya kurang yaitu lereng terjal. Sehingga ke depan akan kita atur siswa kelas pertanian baik kelas 10, 11 maupun 12” ujar Budi Herianto.

Lahan Demplot yang telah dicampur dengan pupuk abu Tankos dan Solid Sawit ini akan diberikan pengairan selama 2 sampai 3 minggu agar terjadi reaksi antara pupuk dan tanah untuk kemudian dilakukan nugal atau tanam padi

Hadir dalam kegiatan itu, Plh Danramil 1205-17/ Kayan Hilir Peltu Hery Cahyono, Kanit Intel Polsek Kayan Hilir Aiptu Indra Sucitra, anggota Satgas BKO Yon TP 542/Kodam V Brawijaya serta Tim Penyuluh Pertanian yang dipimpin Yefta Masuri SP. (*)