Sangat Memprihatikan…….!! Sungai di Teluk Naga Bercampur Limbah dari Pabrik Tahu , Menimbulkan Bau tak Sedap

Umum17 Dilihat

Portalindo.co.id //TANGERANG – Sungai yang mengalir di kawasan Kebun Nangka, Jalan Tugu, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kini kondisinya sudah sangat memilukan dan memalukan. Apa yang dulu menjadi sumber kehidupan, kini berubah menjadi selokan hitam yang menyebarkan bau busuk yang sangat menyengat, diduga kuat akibat ulah pabrik-pabrik tahu yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, warna air sungai yang tadinya jernih kini telah berubah total menjadi keruh pekat kehitaman. Tidak hanya itu, aroma anyir dan busuk yang ditimbulkan sudah tidak lagi bisa ditoleransi. Bau tersebut tidak hanya tercium di pinggir sungai, tetapi sudah meneror kenyamanan warga hingga ke dalam rumah-rumah penduduk.

Sungguh tidak adil, warga yang tidak bersalah harus menanggung akibat ulah segelintir oknum pelaku usaha yang hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa peduli lingkungan.

Masyarakat kini hidup dalam ketakutan. Bau yang menyengat itu sangat mengganggu pernapasan, membuat pusing, dan dikhawatirkan menjadi pemicu berbagai penyakit serius. Mulai dari infeksi saluran pernapasan, gatal-gatal pada kulit, hingga ancaman terparah adalah terkontaminasinya air tanah yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin wabah penyakit akan mudah menyerang warga setempat.

Sangat disayangkan, ekosistem sungai kini sudah nyaris mati. Diduga kuat, pencemaran ini berasal dari limbah cair pabrik-pabrik tahu yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

Terlihat jelas bahwa limbah-limbah kotor tersebut dibuang secara sembarangan dan langsung mengalir ke sungai tanpa melalui proses pengolahan yang layak (IPAL). Padahal, limbah tahu mengandung bahan organik yang sangat tinggi dan berbahaya. Jika masuk ke perairan secara mentah-mentah, kadar oksigen dalam air akan habis, ikan-ikan mati, air menjadi asam, dan sungai pun berubah menjadi kubangan kotoran yang mengeluarkan bau tak sedap.

Kondisi yang sudah parah ini kini memunculkan kemarahan dan pertanyaan besar yang sangat menohok dari seluruh warga:

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian. Sungai sudah bau, air sudah hitam, warga sudah resah, namun seolah tidak ada tindakan nyata yang dilakukan. Warga bertanya-tanya, di mana fungsi pengawasan? Di mana peran Kepala Desa dan perangkatnya dalam menjaga aset lingkungan desa ini?

Jangan sampai ketidaktahuan atau kelambanan bertindak ini diartikan sebagai bentuk pembiaran terhadap pelanggaran lingkungan. Warga tidak mau diam melihat desanya menjadi tempat pembuangan sampah industri yang merugikan banyak orang.

Masyarakat kini menuntut, bukan lagi meminta. Kepada Kepala Desa Teluk Naga dan seluruh jajaran, segera turun tangan dan bertindak tegas! Jangan hanya bisa diam atau pura-pura tidak tahu.

1. Lakukan Penyelidikan: Cari tahu siapa saja pabrik yang menjadi sumber pencemaran utama.
2. Berikan Sanksi Tegas: Jangan segan-segan memberikan teguran keras atau sanksi administrasi bagi yang melanggar.
3. Wajibkan IPAL: Setiap pabrik tahu harus memiliki instalasi pengolahan limbah yang standar. Jika tidak mau pasang, maka harus dihentikan operasionalnya!

Pencemaran ini bukan masalah sepele, ini adalah masalah pelanggaran hak hidup sehat bagi warga. Jangan tunggu sampai sungai benar-benar mati dan warga jatuh sakit baru mau bergerak.

Alex /. Red