Saat Di Jabar, Terkait Soal Impor Beras,Mendag Bilang Begini

Umum38 Dilihat


Portalindo.co.id, Jawa Barat –  Mendag, Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa langkah impor beras bukan sekarang saja dilakukan. Semuanya, katanya, terkait dengan kebutuhan masyarakat.

“Impor pangan sekarang pilihannya ada dua, mau rakyat lapar, kamu mau tanggung jawab atau kita mengisi kebutuhan pangan itu dengan impor, kalau itu tak ada,” tandasnya di kawasan PT Pindad Bandung, Sabtu (15/9).Lagi pula, katanya, kebijakan impor itu bukan semata keputusan darinya seorang tapi pemerintah.

Hal itu melibatkan Menko Perekonomian, Mentan, hingga Dirut Bulog untuk mengisi kekosongan pangan tersebut sebanyak 2 juta ton secara bertahap sebanyak tiga kali pengadaan.Pertimbangan itu merujuk pula pada stok dalam negeri. Kendati stok berjalan Bulog mencapai 2,2 juta ton, dia mengingatkan bahwa 819 ribu ton di antaranya merupakan serapan produksi dalam negeri.

Dengan demikian, dari stok tersebut baru tersedia 1,2 juta ton. Kondisi itu, katanya, membuat Bulog memutuskan untuk melakukan impor beras.
“Untuk itu, Bulog mengirim surat ke Mendag meminta perpanjangan waktu untuk impor dengan alasan karena kapal terlambat datang, saya beri persetujuan dua kali,” katanya.

Karena itu, Enggartiasto Lukita punmempertanyakan pihak-pihak yang mempertanyakan langkah impor tersebut.”Kenapa impor baru dilakukan sekarang? Siapa bilang? Dari zaman orde baru, kita impor beras. Hanya satu periode yang tidak saat swasembada beras, selebihnya impor,” katanya.

Pada periode 2013-15, disebutkan, Pemerintahan SBY mengimpor beras 2,5 juta ton, kemudian pada 2015-2016,  impor lagi sebanyak 1,5 juta ton beras. Pada 2018, impor sebanyak 2 juta ton.”Dan jumlahnya itu tak sebanding, itu kecil dibanding dengan ekspor kita, itu bisa dilihat datanya gampang, para ekonom yang melek ekonomi mudah melihatnya,” katanya.(Lesmana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *