Rembuk Nasional Aktivis ’98 di Monas Eks AMPD Akan Hadir

Umum88 Dilihat

Portalindo.co.id – Makassar – Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) Sulawesi Selatan, rencana menggelar konsolidasi Aktivis era 98 mempersiapkan diri mengikuti acara Rembuk Nasional di Lapangan Monas, Jakarta, 7 Juli mendatang. Jelang perhelatan akbar tersebut, ribuan aktivis gerakan mahasiswa 98 se Indonesia hadir.

Akbar Endra, Aktivis Universitas Hasanuddin era 98 yang juga mantan Koordinator Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AMPD) membenarkan agenda tersebut. Menurut Akbar, mantan eksponen AMPD ere Tahun 1998, rencana akan menghadiri perhelatan Akbar tersebut.

Selain bekas aktivis AMPD, juga sejumlah aktivis yang ada di Makassar akan menggagas konsolidasi untuk rencana pemberangkatan ke Jakarta. “Kami akan melakukan konsolidasi Aktivis 98 untuk mempersiapkan pemberangkatan. Acara rembuk nasional ini sangat penting dihadiri karena akan menjadi pengingat terhadap agenda reformasi dan capaian reformasi yang hendak dicapai,” jelas Akbar.

Akbar Endra yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Maros, mengatakan bahwa sudah lebih seratus orang mantan aktivis menyatakan kesediaan hadir dan berpartisipasi pada acara yang digagas oleh Pena 98 itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Hasbi Lodang. Sebelum berangkat ke Jakarta, menurut Hasbi Lodang yang juga pernah menjadi Koordinator AMPD setelah Akbar, sebelum berangkat mereka akan melakukan konsolidasi dulu.
Ia juga menyampaikan, bahwa konsolidasi Aktivis 98 ini selain membahas rencana rembuk nasional, juga akan kembali menyatukan persepsi terkait dengan pencapaian agenda reformasi yang dulu mereka perjuangkan. “pokoknya kita satukan persepsi dulu baru berangkat,” kata Hasbi.
Rencana konsolidasi ini menurutnya segera dilaksanakan pekan ini. Bahkan ia menawarkan pemberangkatan ke Jakarta nanti memakai kapal laut. Menurutnya, semasa perjuangan reformasi mereka sering ke Jakarta menggunakan kapal laut.
Wacana memeriahkan acara rembuk nasional yaang digagas oleh para aktivis ini, juga terdengar di Palu, Sulawesi Tengah. Para aktivis di Palu, menurut Hasbi akan berangkat dengan mencarter pesawat khusus. Namun untuk AMPD, menurutnya lebih asek kalau naik kapal laut saja.
“Selain biayanya murah, juga bisa mengenang masa perjuangan dan memelihara semangat kita saat memperjuangkan agenda reformasi dulu” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *