Perjalanan Mas Ganteng di Akhiri Tim Densus 88

Umum138 Dilihat
POrtalindo.co.id – Densus 88 pasca-rangkaian aksi teror yang terjadi di Jawa timur dan Riau beberapa hari lalu, akhirnya berhasil menangkap Muhammad Choir (MC) yang selama ini dikenal ramah dan sopan ternyata menjadi orang yang paling dicari oleh Densus 88. menurut wiwin  warga Jalan Gempol Raya, RT 4 RW 2, Kunciran, Pinang, Tangerang, tak menyangka sosok Choir jauh dari kesan seram, seperti terduga pelaku teroris yang sempat ia lihat di media massa. Choir menurut dia berwajah tampan dan berkepribadian ramah. Dia pun oleh para ibu-ibu di sekitar, sering disapa ‘Mas Ganteng’. 
Choir sudah setahun menetap di daerah Gempol. Mulanya jadi tukang jahit konveksi. Dia pun awalnya kerap berpenampilan kasual. Namun belakangan, Choir selalu memakai gamis.
Choir punya satu anak buah yang menjahit bersamanya. Ruko konveksi Choir juga bersebelahan dengan tempat kerja Wiwin, juga sering mendengar suara lantunan orang mengaji dari ruko tersebut.”ujar wiwin
Kepribadian Choir berubah menjadi tertutup sejak menikah dengan istrinya yang menggunakan cadar.
“Makanya pas kemarin enggak nyangga gitu cuma kita nyangkanya istrinya itu pakai cadar gitu tapikan dia sama istrinya belum lama. Kita jarang ngelihat istrinya. Itu juga tempat vermaknya seringan tutup,” kata Wiwin di lokasi, Kamis (17/5/2018).
Dia menambahkan, saat masih bujang ruko konvensi Choir sering buka. Wiwin juga kaget tiba-tiba Choir sudah menikah.”Kalau dulu waktu dia belum nikah itu tempatnya sering buka terus. Enggak ngerti juga, tahu-tahu udah ada istrinya gitu,” tutur dia.
Istri Choir juga tak pernah berbaur dengan warga dan berkepribadian tertutup. Beda dengan Choir yang langganan menyapa warga. Wiwin curiga apakah karena istrinya, Choir jadi berubah sikap, padahal mereka baru menikah sekitar 3 bulanan.
“Kita enggak nyangkanya gitu. Bingungnya apa istrinya atau suaminya karena kan waktu sebelum sama istrinya kan dia berbaur, suka tuh suka ngobrol-ngobrol, tapi pas selama ada istrinya jadi jarang dan sering tutup usaha vermaknya,” tutur dia.
Kemudian, ketika menikah, Choir juga mulai mengenakan gamis. Wiwin menambahkan, dulu Choir sempat punya pacar, tetapi kandas karena Choir ingin memiliki istri yang mengenakan cadar.
“Selama dia punya istri gitu ya suka pakai yang panjang-panjang itu. Choir itu kan orang Padang kan dia, enggak tau itu ketemu di mana tau taunya itu udah punya istri aja,” tandasnya.
Lebih lanjut, Choir juga sering salat di rumah kakaknya yang berada di Perumahan Duta Bintaro Ubud 2, Tangerang. Sekitar satu kilometer dari ruko konveksi Choir.
“Dia kalau salat sukanya ke Duta. Kan rumah kakaknya di Duta, enggak tau ke sana salat ke masjid atau ke mana, kan itu rumah kakaknya gitu” ujar Wiwin.
Dalam operasi yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri, Choir ditangkap tak hanya sendiri. Di rumah yang juga menjadi lokasi usaha jahitannya, dia ditangkap bersama satu orang lainnya. 
“Untuk yang di tempat pertama ditangkap Choir dan satu lagi Ghofur,” ucap Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan saat dimintai konfirmasi, Rabu (16/8/2018).
Tempat pertama yang dimaksud Harry berada di Kunciran Induk, Kota Tangerang. Tim Densus 88 kemudian juga menciduk terduga teroris ketiga di lokasi kedua yang berada di Kunciran Indah, tepatnya di Perumahan Duta Bintaro.
“Di lokasi kedua atas nama Anton,” tutur Harry.
Tak hanya itu, polisi juga mengamankan seorang perempuan bercadar, wanita itu diduga merupakan istri dari Choir. Namun, dia mengatakan, wanita tersebut tidak terlibat dalam kasus terorisme yang dilakukan suaminya.
Menurut Harry, penggerebekan dilakukan pascaintelijen melakukan pemantauan selama empat bulan.
“Mereka sebelum melakukan penyerangan telah lebih dulu mempersiapkan dan mengumpulkan bahan peledak, dan membeli panah,” ucap dia.
Untuk mempersiapkan aksinya, Choir dan dua rekannya juga telah melakukan pelatihan semi militer di sejumlah lokasi di Sukabumi dan Cileungsi, dan Bekasi.
Terkait sasaran yang akan dituju, Harry mengatakan, Choir yang diketahui mempunyai usaha konveksi itu diduga kan melakukan aksi penyerangan ke Markas Komando (Mako) Brimob dan sejumlah pos polisi.
“Mereka merencanakan amaliah di sejumlah pos polisi di wilayah Bogor, Bandung, Jakarta dan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dengan sistem hit and run, ujar Harry.
Harry melanjutkan, para terduga teroris itu berencana akan menyerang dengan senjata jenis panah. Di ujung panah tersebut nantinya akan dilengkapi Bom dan Pisau Komando.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *