TANGERANG, portalindo.co.id – Suasana khidmat, damai, dan penuh kehangatan menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar bersama Majlis Ta’lim Bani Qosim dan Majlis Dzikir Para Pencari Tuhan pimpinan Ahmad Tajuddin Dayak.
Kegiatan yang berlangsung di Pangkalan, Kabupaten Tangerang, Kamis malam (17/9/2026), tersebut dihadiri ratusan jamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh desa, jajaran Pemerintah Desa Pangkalan, para guru, serta masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, jamaah diajak kembali mengingat perjuangan dan risalah yang dibawa Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia beliau, seperti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, dan semangat menjaga persaudaraan. Kebersamaan dan Keikhlasan di Balik Terselenggaranya Acara
Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi tersebut.
Menurutnya, kemeriahan yang terlihat pada malam itu merupakan hasil dari kebersamaan, pengorbanan, dan keikhlasan banyak pihak yang telah memberikan tenaga, waktu, pikiran, maupun materi.
“Yang terlihat malam ini mungkin panggung yang berdiri, lampu yang menyala, dan acara yang berjalan indah. Namun, di balik semua itu ada tenaga yang dicurahkan, ada waktu yang dikorbankan, ada pikiran yang disusun, dan tentu ada hal yang membuat kami sesekali menarik napas panjang, yaitu persoalan dana,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan keagamaan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan masyarakat yang terlibat.
“Kebersamaan tidak selalu diukur dari seberapa besar yang diberikan. Terkadang kemauan untuk ikut serta jauh lebih berharga. Kepada semua yang telah membantu, sekecil apa pun bentuk bantuannya, baik tenaga, pikiran, harta maupun doa, kami mengucapkan terima kasih. Semoga semuanya menjadi amal baik yang dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat ganda,” tuturnya.
KH. Udi Samsudi: Biasakan Mengucapkan Alhamdulillah
Dalam tausiyahnya, KH. Udi Samsudi mengajak jamaah untuk membiasakan diri bersyukur kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya disampaikan ketika memperoleh nikmat besar, tetapi juga atas berbagai nikmat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah selesai bekerja, ucapkan Alhamdulillah. Setelah selesai memasak, mencuci, menyelesaikan urusan, ucapkan Alhamdulillah. Ketika diberi rezeki, kesehatan, masih bisa berkumpul bersama keluarga dan masih bisa hadir di majelis ilmu, semua itu adalah nikmat Allah yang harus disyukuri,” pesannya.
KH. Udi juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya mengingat Allah SWT ketika menghadapi kesulitan.
“Jangan hanya saat sakit kita memanggil Allah. Saat sehat pun, saat bahagia pun, perbanyaklah dzikir dan bersyukur. Itulah hamba yang benar-benar mengenal Tuhannya,” tuturnya.
Ustadz Rodi Faisal: Maulid Harus Menjadi Momentum Perbaikan Diri
Sementara itu, Pimpinan Majlis Ta’lim Bani Qosim, Ustadz Rodi Faisal, mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan acara.
Menurutnya, nilai terpenting dari peringatan Maulid adalah bagaimana umat mampu membawa pulang pesan-pesan keteladanan Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita berkumpul bukan sekadar untuk meramaikan. Yang paling penting, setelah pulang dari majelis ini ada perubahan di dalam diri kita. Ada perbaikan akhlak, ada peningkatan ibadah, dan ada ketulusan dalam mencintai Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui perbuatan nyata.
“Kalau kita mengaku mencintai beliau, buktikan dengan menghormati orang tua, menyayangi anak, menghargai tetangga, menjaga lisan, menjaga amanah, dan membantu sesama. Jangan pandai memuji Nabi di lisan, tetapi tingkah laku jauh dari ajarannya,” katanya.
Ustadz Rodi juga mengajak agar majelis ta’lim terus menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, saling menguatkan, mengingatkan dalam kebaikan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Jika kebersamaan ini dijaga, insya Allah akan lahir lingkungan yang rukun, peduli, dan penuh berkah,” pesannya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan ditutup dengan doa bersama. Jamaah berharap momentum Maulid semakin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mendorong masyarakat untuk menjadikan akhlak dan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
(Alex – Portalindo)









