Portalindo.co.id, Jakarta – Pemerintah secara konsisten memperketat pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjamin kemanfaatan yang optimal bagi masyarakat.
Langkah strategis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui pemenuhan gizi yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Gizi Nasional (BGN). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan keamanan dan mutu pangan dalam Program MBG yang kini berjalan di berbagai daerah.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan program MBG membutuhkan pengawasan yang ketat agar makanan yang dibagikan benar-benar aman dikonsumsi dan memenuhi standar gizi yang dibutuhkan masyarakat.
“Keamanan dan mutu pangan menjadi aspek yang harus dipenuhi dalam Program MBG sehingga pengawasannya harus kuat dan terintegrasi,” ujarnya.
BPOM juga mengandalkan jaringan 83 unit pelaksana teknis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk membantu proses pengawasan secara langsung.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pengawasan yang ketat diperlukan agar setiap makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat benar-benar aman dan layak konsumsi.
“Kami ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan telah melalui proses pengawasan dan pengujian yang ketat sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Dadan juga menyebut pemerintah terus melakukan penyempurnaan sistem pelaksanaan program berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Kualitas layanan menjadi prioritas utama agar pelaksanaan MBG dapat berjalan konsisten di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami memastikan setiap tahapan program diawasi secara ketat, mulai dari penyediaan bahan pangan, proses memasak, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Evaluasi rutin dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan menjaga kepercayaan publik terhadap program ini,” ujar Dadan.
Melalui penguatan pengawasan dan evaluasi tersebut, pemerintah optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan sumber daya manusia nasional di masa depan.
Evaluasi dilakukan untuk mempercepat agar program ini memberikan manfaat yang optimal, bukan hanya fokus pada tata kelola administrasinya tetapi juga teknis dilapangan termasuk perbaikan prosedur di dapur.
Ida Bastian












