Ngopi Satgas TNI, Sinkronisasi Mitigasi Karhutla di Kayan Hilir

TNI, Umum17 Dilihat

Portalindo.co.id | Obrolan santai di warung Satgas Karhutla TNI, berdiskusi dengan aparat desa Nanga Mau serta PLN dan PDAM Kayan Hilir dalam rangka sinkronisasi kegiatan mitigasi Karhutla dari aspek energi listrik dan ketersediaan air .

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM, Nanga Mau, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, Rabu (9/9/2026).

Diungkapkan Sapta, keberadaan penyuluh Satgas Karhutla TNI tidak hanya menghimbau masyarakat untuk mengurangi resiko kebakaran namun juga membangun upaya terpadu lintas sektor agar proses mitigasi bisa berjalan dengan optimal serta berkelanjutan.

“Penyebab dan dampak Karhutla sangat banyak sehingga upaya mitigasinya pun sangat komplek, diantaranya adalah masalah kesehatan, proses belajar mengajar di sekolah, ekonomi dan stabilitas sosial masyarakat,”ujar Sapta.

Terkait tersebut, lanjutnya, kami menyambut baik inisiatif Kepala Desa Nanga Mau, Pak Markus mengundang Satgas TNI “Ngopi” atau ngobrol santai di Kedai bersama dengan aparat desa, tokoh masyarakat, PLN dan PDAM.

“Khusus tentang air bersih, saat ini PDAM baru mampu menyediakan air untuk di wilayah Nanga Mau karena debitnya baru mencapai 10 liter per detik, dan permasalahan infrastruktur jaringan aliran air serta listrik,”ujar mantan Kepala Laboratorium Dislitbangad itu

“Sedangkan terkait dengan pelajaran daring untuk antisipasi asap, sesuai penyampaian pihak sekolah yaitu adanya pemadaman listrik karena perbaikan isntalasi yang waktunya bersamaan dengan daring. Termasuk jaringan internet yang terputus akibat pemadaman. Sangat berpengaruh terhadap pembelajaran siswa,,” tambahnya.

Setelah pertemuan tadi, kata dia lebih lanjut, selain dalam rangka koordinasi mitigasi Karhutla juga diperoleh kesepakatan bersama tentang penyediaan air bersih dan listrik.

“Dari dialog dengan masyarakat, saat ini ada yang hanya mandi dengan 1 ember dan anak anak yang sakit karena air yang tidak sehat. Pihak PDAM akan mengajukan peningkatan kapasitas dan menyediakan kendaraan tanki pengangkut air ke desa atau dusun” ucap Sapta.

“Kemudian PLN meminta pihak sekolah menembuskan jadwal pelajaran daring . Tentunya nanti pihak sekolah juga perlu sinkronisasi jadwal supaya efektif,”tandasnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri Brigjen TNI M. Zamroni dan anggota Satgas TNI Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin, Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Setu Burhannudin serta Sekdes Nanga Mau itu berlangsung dengan hangat.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Nanga Mau, pihaknya mengapresiasi upaya Satgas TNI dalam membantu mengolaborasikan pihak terkait termasuk upaya solusi bagi masyarakat d tengah Karhutla.

“Namun memang tantangan di Desa Nanga Mau sedikit berbeda dibanding yang lain, di sini masyarakat sudah cenderung kepada Sawit dan kemungkinan peladang terus berkurang “ujar Markus.

“Terkait air, pemenuhan warga telah banyak yang punya pompa mandiri namun memang di dusun-dusun masih banyak mengandalkan air sungai dan sumber dari bukit,”tandasnya.

Selaras pernyatan Kades, pimpinan PDAM Kayan Hilir Heri Mokas sampaikan ketersediaan air di Nanga Mau relatif terjamin namun untuk mendukung ke desa Jaya Sakti, Mekar Mandiri, Nanga Tikan , Mombay Begunung ataupun desa lainya belum bisa.

“Selain infrastruktur juga perlu peningakatan debit air minimal 20 liter per detik. Namun nanti kamj coba laporan untuk menyediakan tanki air supaya bisa mengirim air ke desa yang membutuhkan. Tapi itu juga butuh listrik yang bisa mendukung dari pagi sampai jam 18 malam,”tegas Heri.

Menyikapi persoalan tadi, Pimpinan PLN Kayan Hilir, Saryono sampaikan bahwa pekerjaan pergantian gardu saat ini merupakan langkah solusi untuk menghadirkan listrik yang stabil.

“Tapi kami akan fleksibel khsusunya untuk mendukung sekolah serta tentunya bagi jaringan internet dari Telkomsel dan Indosat yang ada di kecamatan Kayan Hilir. Proses pergantian gardu, diperkirakan akan selesai minggu depan.,”pungkas pria yang akrab dipanggil Ujang itu. (*)