MUI Kota Tangerang Serahkan Hasil Musrenbangtal kepada Pemkot, Dorong Pembangunan Mental dan Spiritual Masyarakat

PORTALINDO.CO.ID, KOTA TANGERANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang secara resmi menyerahkan hasil rumusan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Mental Spiritual (Musrenbangtal) Tahun 2026 kepada Pemerintah Kota Tangerang. Penyerahan tersebut berlangsung di ruang kerja Wali Kota Tangerang dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah dalam membangun masyarakat Kota Tangerang secara utuh.

Musrenbangtal sebelumnya telah dilaksanakan pada Minggu, 19 Juli 2026, di Aula Gedung MUI Kota Tangerang. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Milad MUI ke-51 sekaligus bagian dari Halal Fest ke-2 MUI Kota Tangerang Tahun 2026.

Musrenbangtal menjadi sebuah inisiatif yang untuk pertama kalinya diselenggarakan MUI Kota Tangerang dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, DPRD, akademisi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama hingga paguyuban se-Kota Tangerang.

Hasil rumusan Musrenbangtal diserahkan langsung oleh Ketua Umum MUI Kota Tangerang KH. Ahmad Baijuri Khotib, didampingi Sekretaris Umum KH. Misbahul Munir, S.Ag., M.M., Ketua I MUI Kota Tangerang Dr. KH. Ahmad Suja’i, M.M., Konsultan Ahli MUI Kota Tangerang Dr. H. Bambang Kurniawan, M.Si., Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang Dr. H. Ahmad Jazuli Abdillah, M.Si., serta Wakil Direktur Lembaga SIAR-MUI Kota Tangerang Ika Lestari, S.E.

Penyerahan hasil Musrenbangtal tersebut diterima jajaran Pemerintah Kota Tangerang yang dihadiri Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Wakil Wali Kota H. Maryono Hasan, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Kepala Bappeda, Kepala Bapenda serta jajaran perangkat daerah terkait.

Acara penyerahan dibuka dan dipandu langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan.
Dalam sambutan dan arahannya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix.

“Pemerintah Kota Tangerang tidak bisa sendiri. Harus bersama dan berkolaborasi melalui pentahelix,” tegas Sachrudin.
Ia menjelaskan, Pemkot Tangerang terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, dengan sasaran akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong perubahan kesadaran dan perilaku masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik berupa beton dan aspal, tetapi juga harus menyentuh pembangunan manusia secara utuh.
“Pembangunan manusia seutuhnya ujungnya adalah pembangunan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Sachrudin juga mengapresiasi sejumlah gagasan yang muncul dalam Musrenbangtal MUI Kota Tangerang, salah satunya terkait Festival Budaya Nusantara. Menurutnya, program tersebut memiliki nilai positif karena Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan memiliki semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk isu perilaku seksual menyimpang dan LGBT yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama melalui pendekatan pembinaan, pendidikan dan penguatan nilai-nilai moral.

“Pembangunan bukan hanya membangun beton dan aspal, tetapi juga pembangunan manusia seutuhnya,” kata Sachrudin.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota Tangerang memberikan arahan dan disposisi kepada Sekretaris Daerah serta organisasi perangkat daerah terkait untuk melakukan sinkronisasi hasil rekomendasi Musrenbangtal dengan program pembangunan Pemerintah Kota Tangerang.

Empat Fokus Utama Musrenbangtal
Dalam Musrenbangtal MUI Kota Tangerang Tahun 2026, terdapat empat isu utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni ketahanan keluarga, pendidikan karakter pemuda, toleransi dan harmoni sosial, serta etos kerja dan integritas publik.
Forum tersebut juga mengidentifikasi sejumlah persoalan mendesak. Salah satunya adalah pembangunan yang selama ini cenderung lebih banyak berorientasi pada aspek fisik dan infrastruktur, sementara penguatan mental, karakter dan pendidikan spiritual masyarakat belum mendapatkan porsi yang memadai.
Selain itu, peserta Musrenbangtal turut menyoroti dampak penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan terhadap perkembangan mental anak-anak serta masih perlunya penguatan nilai-nilai akhlak di lingkungan keluarga dan satuan pendidikan.

Dari hasil pembahasan, peserta mengusulkan sejumlah langkah strategis, di antaranya penyusunan Peraturan Wali Kota terkait pembatasan penggunaan telepon pintar bagi siswa Sekolah Dasar, pengintegrasian nilai-nilai pembangunan mental dan spiritual ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.

Peserta juga mendorong adanya indikator pembangunan karakter masyarakat yang sejalan dengan visi “Kota Akhlakul Karimah”, serta penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Ketua Umum MUI Kota Tangerang KH. Ahmad Baijuri Khotib menegaskan bahwa Musrenbangtal merupakan bentuk ikhtiar MUI untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kota Tangerang.

Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan pembangunan manusia. Masyarakat yang maju bukan hanya masyarakat yang memiliki fasilitas dan infrastruktur yang baik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, integritas dan ketahanan keluarga yang kuat.

Pemerintah Kota Tangerang menyambut baik hasil Musrenbangtal tersebut dan akan mengkaji berbagai rekomendasi yang disampaikan MUI secara menyeluruh. Selanjutnya, hasil rumusan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran pemerintah, baik untuk tahun berjalan maupun tahun-tahun berikutnya.
Penyerahan hasil Musrenbangtal ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan berbagai elemen lainnya dalam mewujudkan pembangunan Kota Tangerang yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara mental, spiritual, sosial dan berkarakter.