Portalindo.co.id, Jawa Barat -Kementerian komunikasi dan Informatika bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menggelar diskusi publik bertema menjaga Pancasila, NKRI, dan Merawat Kebhinnekaan, di Hotel City, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/9/2018).
Diskusi yang dihadiri generasi milenials yang terdiri dari sejumlah pelajar, santri, dan mahasiwa se-Kota Tasikmalaya tersebut menghadirkan anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra, sebagai pembicara utama.Supiadin Aries Saputra mengajak kaum milenial Kota Tasikmalaya untuk menggalakan budaya literasi media sebagai langkah menjaga persatuan di tengah gempuran arus informasi yang kadang kala memicu perpecahan.
“Bagaimana cara membangun kualitas generasi muda terkait menjaga NKRI, termasuk didalamnya bagaiamana menghadapi banyak berita simpang siur atau hoaks supaya generasi muda di Tasikmalaya bisa lebih terbentengi,” kata Politisi partai Nasdem tersebut.Dia mengingatkan kaum milenials supaya tidak tergiring isu-isu yang bersumber dari berita hoaks.
Menurutnya, untuk membentengi diri para kaum milenial perlu membudayakan kembali budaya verifikasi alias kroscek terhadap sebuah berita maupun informasi.”Kalau misalnya ada berita-berita itu disaring dulu. Pertama apakah berita itu benar atau hoaks. Setelah itu, apakah informasi itu bermanfaat atau tidak. Kalau tidak bermanfaat, sebaiknya tidak usah disebarkan karena akan menimbulkan dampak yang negatif,” ucapnya.
Supiadin juga meminta para anak muda untuk lebih mengedepankan sisi persamaan di tengah segala rupa perbedaan, termasuk perbedaan pendapat dan cara pandang, demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.”Merawat kebhinekaan itu harus kita ambil persamaan-persamaannya. Kita pasti berbeda. Tapi perbedaan kita kesampingkan, kalau kita ambil perbedaan, akan menuju perpecahan. Kita boleh berbeda, tapi pada dasarnya kita sama,” katanya. (Lesmana)







