Mengawali Pengabdian dengan Doa dan Dakwah, Kapolres Metro Jakarta Barat Jadi Khotib Salat Jumat

TNI-POLRI, Umum9 Dilihat

Jakarta,Portalindo// Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Jami Al Istiqomah Polres Metro Jakarta Barat saat ratusan jamaah memadati saf-saf salat Jumat, Jumat (31/7/2026).

Ada yang berbeda pada pelaksanaan ibadah kali ini. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H., menjadi khotib Jumat.

Kehadiran Kapolres di atas mimbar bukan sekadar menyampaikan khutbah, tetapi juga menjadi simbol bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melainkan turut hadir memberikan pesan-pesan moral dan spiritual yang menyejukkan hati.

Di hadapan ratusan jamaah yang terdiri dari masyarakat sekitar serta personel Polres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi mengangkat tema “Sinergi Ulama dan Umara dalam Mewujudkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran.”

Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat kebersamaan antara ulama, umara, dan masyarakat sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, serta penuh keberkahan.

Kapolres juga mengingatkan bahwa hakikat tugas kepolisian sejalan dengan nilai-nilai Islam, yakni mengajak kepada kebaikan (amar ma’ruf) dan mencegah kemungkaran (nahi munkar).

Menurutnya, setiap bentuk pengabdian yang dilandasi niat tulus, kejujuran, dan tanggung jawab merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

“Setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, apabila diniatkan karena Allah SWT, akan bernilai ibadah. Begitu pula dalam menjalankan tugas, melayani masyarakat, menjaga keamanan, saling membantu sesama, hingga menjaga persaudaraan, semuanya merupakan bentuk pengabdian yang bernilai amal saleh,” pesan Kombes Pol Nasriadi dalam khutbahnya.

Pesan tersebut disambut dengan penuh kekhusyukan oleh para jamaah.

Momentum khutbah Jumat perdana ini menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelayan, dan pengayom yang senantiasa mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai keimanan, persatuan, dan kepedulian sosial.

Melalui kebersamaan antara ulama, umara, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, damai, serta dipenuhi semangat saling mengingatkan dalam kebaikan.

Inilah wujud nyata Polri yang humanis, hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan mempererat ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat.bayu(bewok)