PORTALINDO.CO.ID | CILEGON – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus penguatan pembinaan kemandirian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon kembali menggelar **Pelatihan Hidroponik Sistem Rakit Apung** di Green House Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 50 warga binaan bersama petugas Seksi Kegiatan Kerja tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Cilegon dalam membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian modern yang produktif, bernilai ekonomis, dan dapat menjadi bekal kehidupan setelah bebas nanti.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, serta mendukung arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai optimalisasi lahan untuk program ketahanan pangan. Kegiatan ini juga menjadi implementasi Program Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas IIA Cilegon bekerja sama dengan PT. Grand Mitra yang diwakili oleh Owner, Raja Muhammad Fauzi. Sementara dari pihak Lapas, kegiatan dikoordinasikan oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Juan Hezron. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada warga binaan dalam bidang pertanian modern berbasis teknologi.
Peserta pelatihan mendapatkan materi mengenai pengenalan nutrisi AB Mix sebagai unsur penting dalam budidaya hidroponik, termasuk teknik pencampuran dan pengaplikasiannya. Tidak hanya menerima teori, warga binaan juga terlibat langsung dalam praktik pemindahan bibit tanaman ke media tanam sistem rakit apung dengan pendampingan konsultan hidroponik dari PT. Grand Mitra.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Dengan penuh semangat, para warga binaan mengikuti setiap tahapan pelatihan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang aplikatif dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat produktivitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Cilegon, Juan Hezron, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian melalui hidroponik menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan telah didokumentasikan dan akan dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten sebagai bentuk pelaksanaan program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.
Melalui optimalisasi Lahan SAE dan pengembangan pertanian berbasis teknologi, Lapas Kelas IIA Cilegon terus berkomitmen menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.













