Portalindo.co.id | BEKASI – Jika pembangunan jalan dan jembatan adalah “wajah” fisik dari Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), maka peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah “jiwa” yang membuatnya bernyawa. Di TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0507/Bekasi, jiwa tersebut terasa begitu kuat melalui fokus utama sasaran non-fisik: penyuluhan Tanggap Bencana (Tagana) dan pencegahan stunting pada anak.
Rabu (20/5/2026), suasana di balai warga tampak berbeda. Tidak ada suara mesin berat, melainkan antusiasme para ibu muda dan kader kesehatan yang memadati ruangan. Mereka hadir untuk menyerap ilmu penting tentang bagaimana menjaga tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Kapten Arm Ahmad Yani, Ketua Tim Sasaran Non-Fisik TMMD Ke-128, menekankan bahwa pendekatan ini bukan sekadar formalitas administratif. Bagi pihaknya, edukasi adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih berharga daripada sekadar infrastruktur beton.
“Pelaksanaan penyuluhan ini sangat membantu bagi warga dan masyarakat setempat,” ujar Kapten Ahmad Yani di sela-sela kegiatan. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus stunting terjadi bukan karena ketiadaan pangan, melainkan karena kurangnya pemahaman tentang pola asuh dan gizi seimbang. “Dengan memberikan pengetahuan yang tepat, kami berharap angka stunting di wilayah binaan kami dapat ditekan. Ini adalah cara kami memastikan bahwa generasi penerus bangsa tumbuh sehat, cerdas, dan tangguh.”
Selain isu kesehatan, materi kebencanaan juga menjadi sorotan. Melalui kolaborasi dengan unsur Tagana, personel Satgas memberikan simulasi dan teori dasar tentang mitigasi bencana. Hal ini dinilai krusial mengingat dinamika lingkungan di wilayah Bekasi yang rawan terhadap banjir dan kebakaran permukiman padat.
“Hadirnya TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk membangun jalan, tapi juga membangun kesadaran. Ketika warga paham cara mencegah stunting dan siap siaga bencana, maka ketahanan komunitas mereka akan meningkat secara signifikan,” tambah Kapten Yani.
Respon positif datang dari para peserta. Ibu Ratna (32), seorang warga setempat, mengaku mendapat banyak wawasan baru. “Saya jadi tahu ternyata cara memberi makan anak itu ada tekniknya, nggak asal kenyang. Terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang sudah repot-repot mengedukasi kami. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga saya,” ungkapnya dengan penuh harap.
Melalui sasaran non-fisik ini, Kodim 0507/Bekasi membuktikan bahwa TMMD adalah paket lengkap pembangunan. Jika sasaran fisik membuka isolasi daerah, maka sasaran non-fisik seperti penyuluhan stunting dan Tagana ini membuka cakrawala berpikir warga. Sebuah langkah nyata untuk mencetak generasi emas Indonesia yang bebas stunting dan tanggap terhadap tantangan alam. (**)







