Sumber: Binwil MUI Kecamatan Priuk
Editor: Ida Bastian
PORTALINDO.CO.Id, Kota Tangerang – Mengusung tema “Bersinergi Melayani Umat, Berkolaborasi Membangun Peradaban,” Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Periuk menggelar Musyawarah Kecamatan VII (MUSCAM VII) pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ukhuwah Islamiyah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara ulama dan umara guna meningkatkan pelayanan kepada umat.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum MUI Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khotib, M.A., Camat Periuk Andhika Krisyna Murti, S.STP., M.Si., Ketua MUI Kecamatan Periuk KH. Misbahul Munir, S.Ag., M.M., Binwil MUI Kecamatan Priuk, DR. H. Muhammad Soleh Hapidin, M.Si, unsur Kepolisian yang diwakili Kasi Bimas Polsek Periuk, unsur TNI yang diwakili Danramil Kecamatan Periuk, para pengurus MUI, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
MUSCAM merupakan forum strategis organisasi yang dilaksanakan untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya, menyusun arah kebijakan organisasi ke depan, serta memilih kepengurusan MUI Kecamatan Periuk untuk masa khidmat berikutnya. Forum ini juga menjadi wadah konsolidasi para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim dalam memperkuat peran MUI sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah.
Ketua Umum MUI Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khotib, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa MUI memiliki dua fungsi utama yang harus dijalankan secara seimbang, yakni sebagai Khodimul Ummah (pelayan umat) dan Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah).
Menurutnya, tugas membina, membimbing, dan mengayomi umat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara ulama dan pemerintah agar tercipta kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
“Hubungan yang harmonis antara ulama dan umara merupakan fondasi penting dalam membangun kemaslahatan umat dan menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW:
“Ada dua golongan manusia yang apabila keduanya baik maka baiklah manusia, dan apabila keduanya rusak maka rusaklah manusia. Keduanya adalah ulama dan umara.”
Hadis tersebut mengandung makna bahwa kualitas kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh peran ulama sebagai penjaga nilai-nilai agama dan pemimpin sebagai pengelola urusan pemerintahan.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Periuk, KH. Misbahul Munir, S.Ag., M.M., dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MUSCAM VII.
Ia berharap forum musyawarah ini mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang dapat membawa kemajuan organisasi serta memperkuat pelayanan keagamaan bagi masyarakat Kecamatan Periuk.
Di kesempatan yang sama, Camat Periuk, Andhika Krisyna Murti, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa MUSCAM merupakan agenda organisasi yang telah diatur dalam mekanisme kelembagaan MUI. Ia berharap seluruh rangkaian musyawarah dapat berlangsung dengan baik, demokratis, dan penuh kebijaksanaan.
“Siap memimpin dan siap dipimpin adalah sikap yang harus dimiliki setiap peserta musyawarah. Sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah, para kiai, serta alim ulama sangat diperlukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui MUSCAM VII ini, MUI Kecamatan Periuk diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan fungsi keulamaan, kepelayanan, dan kemitraan, sehingga mampu menjadi perekat persatuan umat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Mengusung semangat “Bersinergi Melayani Umat, Berkolaborasi Membangun Peradaban,” MUSCAM VII MUI Kecamatan Periuk diharapkan melahirkan kepengurusan yang amanah, visioner, dan mampu menjawab berbagai tantangan umat di masa mendatang.













