PORTALINDO.CO.ID | CILEGON – Musibah yang melanda sejumlah daerah di Sumatera kembali mengetuk pintu kepedulian seluruh bangsa. Derita akibat bencana yang merusak rumah, merenggut mata pencaharian, serta memaksa warga mengungsi dari tempat tinggal mereka, meninggalkan luka mendalam yang membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Melihat kondisi tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, turut mengambil peran dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa paket sembako, tetapi juga perlengkapan kebersihan seperti sabun, alat mandi, serta kebutuhan sanitasi lainnya yang sangat penting bagi kesehatan para penyintas bencana. Seluruh bantuan tersebut dikumpulkan, dikemas, dan kemudian disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon untuk diteruskan secara langsung ke wilayah terdampak di Sumatera.
Aksi peduli ini terwujud berkat inisiatif dan keikhlasan jajaran Lapas Cilegon yang merasa terpanggil untuk turut merasakan duka masyarakat. Para pegawai bekerja sama menyiapkan bantuan dengan sepenuh hati, menghadirkan wujud empati yang menembus batas geografis dan menghadirkan secercah harapan bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan kehidupan. Dalam setiap paket yang disusun, terselip doa dan harapan agar bantuan tersebut dapat menjadi cahaya kecil di tengah hari-hari yang penuh ketidakpastian.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud dari panggilan kemanusiaan, bukan sekadar pelaksanaan tugas.
“Kami di Lapas Cilegon mungkin tidak bisa hadir langsung di tengah para korban, tetapi melalui bantuan ini kami ingin menyampaikan bahwa mereka tidak menghadapi ujian ini sendirian. Ada saudara-saudara mereka di sini yang peduli, yang merasakan kesedihan mereka, dan ingin berbagi kekuatan. Semoga apa yang kami kirimkan dapat menjadi penguat, meski kecil, namun dengan niat tulus untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera,” ujarnya dengan penuh empati.
Lebih lanjut, Kalapas menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kemanusiaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Bencana tidak memilih siapa yang terdampak. Dan kepedulian pun tidak boleh dihitung-hitung. Hari ini, kami belajar kembali tentang arti kebersamaan, tentang pentingnya saling menopang di masa sulit,” tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat dengan BPBD Kota Cilegon, seluruh bantuan segera diberangkatkan menuju daerah terdampak bencana. Koordinasi dilakukan secara menyeluruh agar bantuan dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat yang sangat membutuhkan.
Lapas Cilegon berharap bahwa upaya ini bukan hanya meringankan beban fisik para korban, tetapi juga memberikan kekuatan moral bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi musibah. Aksi ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong, karena di setiap bencana selalu ada ruang bagi kebaikan untuk tumbuh dan dirasakan. (*)













