Koperasi Merah Putih Dipercepat, Pemerintah Dorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Komunitas

Portalindo.co.id, Jakarta – Pemerintah mempercepat penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah. Inisiatif ini diarahkan untuk memperluas akses ekonomi rakyat, memperkuat ekosistem usaha lokal, serta menciptakan struktur ekonomi yang lebih merata dari tingkat desa hingga kawasan perkotaan.

Perkembangan program tersebut menunjukkan capaian yang progresif. Hingga awal Februari 2026, puluhan ribu koperasi telah terbentuk di berbagai daerah dengan beragam model usaha yang mulai berjalan. Beberapa unit bahkan telah mengoperasikan layanan ritel kebutuhan pokok, fasilitas pembiayaan produktif, hingga dukungan distribusi dan promosi bagi produk UMKM. Kehadiran koperasi di tingkat komunitas dinilai mampu mempercepat perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian pelaku usaha kecil.

Pemerintah menempatkan koperasi sebagai sarana kolaborasi ekonomi yang mengedepankan prinsip partisipasi anggota. Melalui pendekatan kolektif, rantai distribusi diharapkan menjadi lebih efisien, harga barang lebih stabil, dan peluang usaha semakin terbuka. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pengguna layanan, tetapi juga sebagai bagian dari pengelolaan dan pengambilan manfaat ekonomi bersama.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa revitalisasi koperasi menjadi langkah strategis untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi di luar kota-kota besar. Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis desa merupakan fondasi penting dalam membangun kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi Merah Putih diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mengintegrasikan produksi, distribusi, dan pembiayaan. Pemerintah mendorong agar koperasi tidak sekadar menjadi lembaga administratif, tetapi mampu hadir sebagai solusi nyata bagi kebutuhan usaha masyarakat.

Sejumlah daerah telah melaporkan manfaat awal dari program tersebut, antara lain meningkatnya penjualan produk UMKM, terciptanya peluang kerja baru, serta semakin kuatnya posisi tawar pelaku usaha kecil. Koperasi juga menjadi ruang sinergi bagi berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga perdagangan mikro.

Ke depan, pemerintah optimistis penguatan tata kelola dan keterlibatan aktif masyarakat akan menjadikan koperasi Merah Putih sebagai salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi nasional. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.

Ida BastianÂ