Kasad Hadiri Penutupan Latsitarda Nusantara 46, Wujudkan Calon Pemimpin TNI-Polri yang Solid dan Adaptif

Berita, TNI13 Dilihat

Portalindo.co.id.= JAKARTA // , tniad.mil.id — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri upacara Penutupan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-46 Tahun 2026 di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian latihan integratif lintas matra dan institusi yang digelar di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepemimpinan calon perwira masa depan.

Upacara penutupan dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta dihadiri para Kepala Staf Angkatan tiga matra TNI dan pejabat kementerian serta lembaga negara lainnya. Momentum ini menegaskan komitmen TNI dalam memperkuat integrasi, sinergi, dan soliditas antar calon pemimpin pertahanan dan keamanan bangsa.

Latsitarda Nusantara ke-46 Tahun 2026 diikuti 1.980 peserta, terdiri atas 902 Taruna Akademi TNI (510 Taruna Akmil, 238 Taruna AAL, dan 154 Taruna AAU), 283 Taruna Akademi Kepolisian, 45 Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, 292 Kadet Universitas Pertahanan Republik Indonesia, serta 458 unsur pendukung. Selama pelaksanaan di Aceh, para peserta tidak hanya menjalani latihan terintegrasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan dukungan penanggulangan bencana.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Taruna atas semangat, dedikasi, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama mengikuti Latsitarda serta menekankan pentingnya pengalaman tersebut sebagai bekal kepemimpinan. “Kesempatan ini tidak semua Taruna bisa mengalaminya dan ini suatu pengalaman yang sangat berharga bagi Taruna,” ujarnya.

Panglima TNI juga mengingatkan agar nilai kebersamaan dan sinergi yang telah terbangun selama Latsitarda terus dijaga dalam perjalanan karier ke depan. “Jadikan pengalaman ini sebagai landasan untuk terus memelihara dan melibatkan semangat integrasi dan sinergi antara TNI-Polri dan aparat pemerintah lainnya, tetap jaga disiplin, loyalitas dan profesionalisme untuk menjadi pemimpin yang tangguh, humanis dan berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Penutupan Latsitarda Nusantara 46 tidak hanya menandai berakhirnya latihan, tetapi juga menjadi tonggak pembentukan calon pemimpin TNI-Polri yang adaptif, solid, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi dalam menghadapi dinamika tantangan masa depan.

Red **
(Dispenad)