Hilirisasi Diperkuat untuk Bangun Ketahanan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Portalindo.co.id, Jakarta – Menghadapi tantangan ekonomi global, pemerintah terus memperkuat struktur ekonomi nasional melalui hilirisasi. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan industri pengolahan yang mampu menyerap tenaga kerja.

Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hilirisasi industri merupakan kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mempercepat transformasi ekonomi nasional.

“Hilirisasi bukan hanya soal ekonomi, tapi soal masa depan generasi muda kita. Ini akan membuka peluang kerja berkualitas di sektor industri dan teknologi,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, melalui kebijakan ini pemerintah berkomitmen mengolah bahan mentah menjadi produk setengah jadi maupun barang jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

”Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi. Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out. We have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” jelasnya.

Senada, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono, menyebut hilirisasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi nasional. Kebijakan ini juga dinilai mampu mendorong kemandirian energi dan meningkatkan kesejahteraan petani, terutama pada komoditas kelapa sawit (CPO).

“Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Hilirisasi pada komoditas kelapa sawit mampu meningkatkan nilai tambah (value added) produk secara signifikan, berkisar antara 3 hingga lebih dari 30 kali lipat dibandingkan hanya mengekspor CPO mentah,” kata Arief.

Sementara itu, Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K Santosa, mengatakan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo tengah mempercepat pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit nasional melalui pembangunan fasilitas pengolahan terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

“Program ini penting untuk meningkatkan nilai tambah dari produksi sawit. Hilirisasi bisa meningkatkan nilai hingga belasan kali lipat. Selain itu, proyek hilirisasi ini diperkirakan dapat menyerap hingga 2.900 tenaga kerja serta akan memberikan efek berganda terhadap sektor ekonomi lokal, termasuk logistik dan usaha kecil menengah.” ujar Jatmiko.

Secara keseluruhan, penguatan hilirisasi menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam membangun ketahanan ekonomi nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Selain meningkatkan nilai tambah, kebijakan ini juga dapat memperluas penyerapan tenaga kerja sehingga diharapkan mampu menekan angka pengangguran. Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, hilirisasi diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang tidak hanya kuat menghadapi tantangan global, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ida Bastian