Ketua FA PETISI,Andi Razak Wawo (baju Puti),
Letjen (Purn) Syarwan Hamis, Sekjen FAPETISI, Sofyan
Portalindo.co.id – Jakarta – Silaturahmi dan buka bersama (bukber) yang diadakan oleh Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (FA PETISI) direstoran sentral al jazeerah epicentrum kuningan jaksel,kamis,(7/6/2018).
Dalam bukber ini FA PETISI sekaligus mengadakan pernyataan Sikap tentang Radikalisme dan Sikap Arogansi Menristekdikti di Kampus.
Hadir dalam acara tersebur Ketua FA PETISI, Andi Razak Wawo, Sekjen FA PETISI, Sofyan, Ibu Miko Vernandi, para Aktivis dari berbagai Unsur baik dari jakarta maupun dari luar jakarta.
Turut hadir Tokoh Aktivis, Ibu Ratna Sarumpaet, Bapak Syarwan Hanid Letjen (Purn), Pimpred media online Portalindo,Amran Muktar, serta Tokoh-tokoh Aktivis lainnya yang mendukung penuh FA PETISI dalam pernyataan Sikap ini.
Dalam kesempatan ini Ketua FA PETISI, Andi razak wawo mengatakan, Menolak penggunaan kata Radikalisme yang dialamtkan kepada kaum ekstrimis, karena sealin itu keliruh dan gagal faham juga mendegradasi secara serampangan kata Radikal yang menjadi ajaran retorik Bung Karno kepada kaum Marhein untuk melawan kolonialisme belanda.”tutur Alumni Unhas ini.
Letken (Purn) Syarwan Hamid
(Pidato Sambutan)
ditambahkannya, sikap dan tindakan Arogansi menristekdikti yang impreasif dan salah kaprah terhadap civitas academika merupakan tindakan sewenang-wenang dan jauh dari nalar kampus yang obyektif, telah menciderai profesionalismenya sebagai pembantu Presiden, oleh karena itu FA PETISI mendesak Presiden Jokowidodo agar segera mencopot menristekdkti.”Ucapnya.
Andi Razak wawo berterima kasih kepada bapak Letjen (Purn) Syarwan Hamid, ibu Ratna Sarumpaet, Pimpred Portalindo, seluruh Tokoh Aktivis serta Para Undangan yang telah hadir dalam acara bukber ini.
Tokoh Aktivis, Ibu Ratna Sarumpaet
(Pidato Sambutan)
Ditempat yang sama, Letjen (Purn) Syarwan Hamid mengatakan mendukung seluruh Pernyataan Sikap FA PETISI, “saya selaku mantan jendral yang tau persis gejolak di pemerintahan dan yang terjadi dinegara ini, dan untuk itu perlu pergantian Presiden baru yang benar-benar dapat membuat rakyat Bangsa ini sejahtera dan tidak bertambah miskin, Presiden kita sekarang penuh dengan janji – janji palsu dan harus diturunkan (Ganti Presiden).”ucapnya dengan tegas.
Dalam kesempatan ini pula Tokoh Aktivis Ibu Ratna Sarumpaet juga menyatakan, Rakyat dimana-mana mengeluh dengan kemiskinan yang di alami akibat janji-janji Presiden kita sekarang, Presiden kita saat ini berpihak pada orang – orang cina, memberi peluang, hingga rakyat sendiri (Pribumi) mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan.
Sekjen FA PETISI,Sofyan,
Ketua Relawan FA PETISI, Amran Muktar
“Saya sangat setuju pernyataan Sikap FA PETISI dan apa yang di lontarkan Pak Syarwan Hamid itu harus kita bersama – sama menurunkan presiden yang sekarang, harus diganti demi Rakyat, Bangsa dan Negara ini, kalau bukan kita-kita, maka siapa lagi yang harus berbuat membantu rakyat kita yang semakin terpuruk ini.”Tutur aktivis wanita yang luar biasa.
Sebelumnya, Sekjen FA PETISI, Bapak Sofyan telah membacakan 9 Pernyataan Sikap FA PETISI Terhadap Tuduhan Kampus Terpapar Radikalisme dan Sikap Arogansi Menristekdikti,
1). FA PETISI menolak segala bentuk tuduhan tak berdasar yang dialamatkan kepada kampus perguruan tinggi atau Civitas Academika se Indonesia yang oleh BNPT di tenggarai terpapar Radikalisme, apalagi dengan penyebutan “Terorisme” yang belum jelas devinisi dan kriteria nya secara hukum.
2). RADIKALISME apa lagi TERORISME, adalah tuduhan subjektif yg dialamatkan kepada Civitas Academika adalah jelas secara keilmuan maupun dalam sejarahnya tidak dikenal dan bukan produk Kampus-Civitas Academica yang ada di Indonesia.
3). Kampus adalah lembaca Civitas Academica, tempat mediskusikan berbagai disiplin ilmu dan sudut pandang secara terbuka dan akademis atas berbagai wacana, ideologi, ilmu pengetahuan dan persoalan” masyarakat dan negara.
4). Cara-cara pemerintah dengan mengawasi kampus dan dosen telah mencederai demokrasi dan merusak upaya membangun penguatan masyarakat sipil. Sikap ini merepresentasikan negara dijalankan dalam sistem fasis dan otoritarian.
5). Penggunaan istilah radikalisme akan membunuh sikap kritis mahasiswa terhadap pemahaman pada akar persoalan masyarakat dan negara, semestinya digunakan istilah ekstrimisme sebagai bibit terorisme.
6). Merupakan upaya teror terhadap civitas akademika dalam proses pendidikan dan pengajaran sehingga sulit untuk berbicara secara obyektif atas realitas, dan pada akhirnya akan menghambat proses kreativitas dan nilai tambah sumberdaya manusia setiap kampus.
7. FA PETISI berkeyakinan bahwa kampus atau Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia adalah pilar utama menangkal segala bentuk ideologi dunia yang bertentangan dengan Pancasila, dan akan dengan sendirinya tidak akan berkembang sebagai idiologi yang mengancam, apalagi segala bentuk prilaku estrimisme sebagai cikal bakal Terorisme.
8). FA PETISI menolak penggunaan kata Radikalisme yang menjadi caption Negara yang dialamatkan kepada kaum ekstrimis, karena selain itu keliru dan gagal faham juga mendegradasi secara serampangan kata Radikal yang menjadi ajaran retorik Bung Karno kepada Kaum MARHEIN untuk melawan kolonialisme Belanda.
9). FA PETISI menilai sikap dan tindakan Arogansi Menristekdikti yang impreasif dan salah kaprah terhadap Civitas Academika merupakan tindakan sewenang wenang dan jauh dari nalar kampus yang obyektif, telah menciderai profesionalismenya sebagai pembantu Presiden, olehnya FA PETISI Mendesak Presiden Jokowidodo agar segera Mencopot Menristekdikti.
Dengan pernyataan Sikap FA PETISI yang di bacakan Sekjen FA PETISI, seluruh Tokoh-tokoh Aktivis yang hadir serta para tamu undangan menyetujui dan sepakat.
Silaturahmi dan bukber di akhiri dengan Doa bersama.(*Sr))
Post Views: 29