Portalindo.co.id, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pembangunan desa nelayan sebagai bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan nasional dan memperkuat kedaulatan bangsa. Penguatan sektor perikanan dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan protein masyarakat tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan nasional. Menurutnya, penguatan pangan dilakukan melalui sinergi berbagai program strategis pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga pembangunan desa nelayan yang ditopang sektor pertanian, peternakan, dan perikanan nasional.
“Dengan Koperasi Merah Putih, MBG, Desa Nelayan ditopang oleh kemampuan pertanian kita, ditopang oleh perikanan kita, produksi pangan kita aman. Aman karbohidrat, aman protein, aman ternak. Jagung strategis untuk pakan ternak. Jadi kedaulatan kita terjaga dan diamankan,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan, sektor perikanan memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional karena menjadi salah satu sumber utama pemenuhan kebutuhan protein masyarakat Indonesia.
Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat produktivitas dan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan. Program tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti instalasi es batu, cold storage, hingga SPBU khusus nelayan.
“Kita ingin nelayan-nelayan kita, yang mempertaruhkan nyawa untuk menghasilkan protein untuk rakyat kita, pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik dan aman, dan mendapatkan hasil tangkapan yang bernilai tinggi,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna di Gedung Parlemen, Jakarta.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya pembenahan sektor hulu perikanan untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah yakni membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurut Trenggono, KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi yang melibatkan nelayan, rantai dingin, hingga konektivitas dengan industri pengolahan dan pasar.
“Kalau Kampung Nelayan Merah Putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan,” ujar Trenggono.
KKP menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi hasil perikanan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.
Penguatan desa nelayan dan pembangunan ekosistem perikanan terintegrasi dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan Indonesia secara berkelanjutan.
Ida Bastian













