Portalindo.co.id, Tangerang – Teluk Naga, 31 Mei 2026 – Alun-alun Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, berubah menjadi panggung megah kebanggaan budaya tanah air hari ini. Pemerintah Kecamatan Teluk Naga secara resmi menggelar perhelatan akbar Festival Tebuh Bedug ke-35 Tingkat Kecamatan, sebuah momen istimewa yang bukan sekadar ajang kompetisi seni, melainkan bukti nyata bahwa warisan luhur leluhur tetap terpelihara dengan kokoh, tumbuh subur, dan menjadi identitas yang dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sejak pukul 08.00 malam, sebelum acara dimulai, lokasi pelaksanaan sudah dipadati lautan manusia. Warga berduyun-duyun datang dari berbagai pelosok desa, berjalan bersama keluarga dan kerabat untuk menyaksikan langsung tradisi yang telah menjadi jantung budaya daerah ini selama lebih dari tiga setengah dekade. Suasana terasa begitu hidup, hangat, dan penuh keakraban, seolah-olah seluruh warga Teluk Naga menyatu dalam satu keluarga besar yang terikat oleh rasa cinta yang sama terhadap tanah kelahiran dan warisan budayanya.

Acara tahunan yang digelar di tingkat kecamatan ini berlangsung dengan sangat khidmat namun tetap meriah. Kehadiran para pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para pemuda dari Karang Taruna menjadi penegas bahwa pelestarian budaya bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tugas bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat
Turut hadir sekaligus membuka acara secara resmi adalah Camat Teluk Naga, Karnuia, S.Si.TP., M.Si. Beliau tampak didampingi langsung oleh sejumlah tokoh penting, antara lain H. Hizal Majhendra (Ketua BPK KNPI), Micksel Habullah selaku Ketua Pelaksana acara, serta Windar yang menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Teluk Naga.
Kemegahan dan makna mendalam dari perhelatan ini semakin terasa dengan kehadiran tokoh-tokoh terkemuka lainnya yang sangat dihormati dan disegani di wilayah ini, yaitu: H. Andra Soni, S.M., M.AP, Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si, H. Dede Syukron, S.H, Rio (PIK2), Serta para Tokoh Agama Kecamatan Teluk Naga, karang Taruna Nasional hamad kasat bima Posisi
Tak ketinggalan, dukungan penuh juga datang dari para pemimpin wilayah. Seluruh Kepala Desa dari 13 desa yang berada di bawah naungan administrasi Kecamatan Teluk Naga hadir secara lengkap, berdiri bahu-membahu menjadi saksi perjalanan panjang seni budaya di daerahnya masing-masing.
Dalam sambutannya, Camat Teluk Naga, Karnuia, S.Si.TP., M.Si., mengungkapkan rasa bangga dan syukur yang mendalam. Menurutnya, angka 35 tahun bukanlah waktu yang singkat; ini adalah bukti perjalanan panjang kesetiaan, perjuangan, dan kecintaan masyarakat terhadap akar budayanya sendiri.
“Tiga puluh lima tahun sudah suara bedug ini menggema, mengiringi setiap langkah kehidupan masyarakat Teluk Naga. Ini adalah bukti nyata bahwa kita adalah masyarakat yang berakar kuat, masyarakat yang tidak pernah melupakan siapa kita dan dari mana kita berasal. Irama pukulan bedug ini melambangkan kekuatan persatuan, semangat gotong royong, serta keteguhan hati kita dalam menghadapi segala tantangan zaman. Harapan saya, semangat ini tidak pernah padam, bahkan semakin berkobar dan kelak diwariskan dengan lebih indah lagi kepada anak cucu kita nanti,” ujar Pak Camat, yang seketika disambut tepuk tangan panjang dan meriah dari ribuan hadirin yang memadati lokasi.
Pada pelaksanaan tahun ini, antusiasme peserta tercatat mencapai puncaknya. Sebanyak 16 kelompok peserta yang mewakili berbagai wilayah dan desa di seantero Kecamatan Teluk Naga telah mendaftarkan diri. Dengan penuh percaya diri, mereka siap beradu keterampilan dan menampilkan kemampuan terbaik di panggung kebanggaan bersama ini.
Setiap kelompok tampil dengan persiapan yang sangat matang dan detail. Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dalam memukul bedug, namun memadukannya dengan nilai seni dan penghayatan jiwa yang mendalam. Ada kelompok yang menyajikan irama asli turun-temurun yang kental dengan nuansa sejarah dan nilai leluhur, namun tak sedikit pula yang berani berkreasi dengan aransemen musik baru, tanpa sedikit pun menghilangkan nilai filosofis serta ciri khas utama dari seni Tebuh Bedug itu sendiri. Kostum yang dikenakan pun sangat indah, berwarna-warni, dan penuh makna, semakin menambah kemegahan dan kemeriahan setiap penampilan yang disajikan.
Selama berjam-jam lamanya, kawasan alun-alun terus bergema dengan dentuman suara yang bertalu-talu, berpadu serasi dengan gerakan para pemain yang serempak dan kompak. Suara teriakan semangat dari para pemain pun membahana, menciptakan suasana yang memukau. Penonton seakan terhanyut dalam setiap irama yang terdengar, bertepuk tangan dan bersorak riuh memberikan dukungan bagi tim kebanggaan dari desa masing-masing. Persaingan berjalan sangat ketat karena kualitas penampilan seluruh peserta berada di level yang luar biasa tinggi, namun seluruhnya berlangsung dalam suasana persaudaraan yang hangat, damai, dan penuh rasa hormat.
Setelah melalui proses penilaian yang sangat teliti, cermat, dan objektif dari dewan juri—yang menguji aspek teknik pukulan, kekompakan tim, keserasian irama, kekuatan suara, hingga penghayatan dan penampilan keseluruhan—akhirnya terpilihlah para pemenang terbaik tingkat Kecamatan Teluk Naga untuk tahun 2026.
Saat nama-nama pemenang dibacakan, sorak sorai gemuruh langsung meledak dari penonton yang memenuhi alun-alun. Berikut adalah daftar lengkap para pemenang yang berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah festival ini:
🏆 Juara 1: Riadusolihin – Mewakili Desa Bojong Renged
🥈 Juara 2: Irmanus – Mewakili Desa Teluk Naga
🥉 Juara 3: Urul Jihad – Mewakili Desa Keboncau
Kemenangan yang diraih oleh Riadusolihin dari Desa Bojong Renged menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi seluruh warga desanya. Penampilan mereka dinilai paling sempurna malam itu; memiliki ritme yang sangat stabil dan terjaga, kekompakan tim yang tak tergoyahkan, serta kekuatan dan keindahan suara yang mampu memukau siapa saja yang mendengarnya. Gelar juara utama ini menjadi bukti nyata keseriusan, disiplin, dan kerja keras mereka dalam menjaga serta melestarikan seni daerah.
Ketua Pelaksana Acara, Micksel Habullah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras bahu-membahu mewujudkan acara bersejarah ini hingga tuntas dan sukses. Ia menegaskan bahwa kesuksesan besar ini adalah kemenangan milik bersama.
“Menginjak usia pelaksanaan yang ke-35, tantangan yang kita hadapi tentu semakin beragam. Namun, ternyata semangat masyarakat Teluk Naga jauh lebih besar dari segala tantangan tersebut. Terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah, para tokoh masyarakat, seluruh panitia, dan tentunya masyarakat luas yang telah mendukung. Festival ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah persatuan kita. Semoga tahun depan kita bisa kembali hadir dengan acara yang lebih megah, lebih indah, dan lebih membanggakan lagi,” ungkapnya dengan penuh harap.
Sementara itu, Windar selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Teluk Naga, menegaskan komitmen kuat dari generasi muda untuk tampil sebagai benteng utama pelestarian budaya daerah. “Kami para pemuda Teluk Naga berjanji akan terus belajar, menjaga, dan aktif mengembangkan seni Tebuh Bedug ini. Kami ingin memastikan bahwa 35 tahun ke depan, bahkan ratusan tahun lagi, suara gemuruh bedug khas ini masih akan terus terdengar lantang, bergema, dan membawa nama harum Teluk Naga ke mana saja,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.
Acara pun ditutup dengan momen yang membahagiakan, yaitu pembagian piala bergilir, hadiah, dan sertifikat penghargaan secara langsung oleh para pejabat dan tokoh yang hadir kepada para pemenang. Momen ini diiringi sorak kegembiraan dan senyum kebanggaan yang menghiasi wajah seluruh hadirin.
Di usianya yang telah menginjak 35 tahun ini, Festival Tebuh Bedug telah berhasil membuktikan dirinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan telah tumbuh menjadi roh persatuan dan identitas abadi masyarakat Teluk Naga yang akan terus bersinar terang, tak lekang oleh waktu di tengah derasnya arus kemajuan zaman.
Jurnalis: Alex







