BPNT Tahap Pertama 2026 Disalurkan di Momentum Ramadan

Berita, Nasional, Umum10 Dilihat

Portalindo.co.id, Jakarta – Pemerintah resmi menyalurkan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako) tahap pertama tahun 2026 bertepatan dengan momentum menjelang bulan suci Ramadan.

Penyaluran ini dilakukan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok keluarga rentan tetap terpenuhi selama periode awal tahun, khususnya selama Ramadan.

Pencairan BPNT tahap pertama berlangsung sejak Januari 2026 untuk periode Januari–Maret. Bantuan BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan dan disalurkan sekaligus setiap tiga bulan, sehingga total yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam tahap pertama mencapai Rp600.000.

Dana bansos disalurkan secara bertahap melalui bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN, serta PT Pos Indonesia, di bawah koordinasi Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan penyaluran bansos tahap awal 2026 dilakukan dengan skala prioritas berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang mengacu pada data terbaru.

Pemerintah memfokuskan penyaluran pada kelompok masyarakat paling rentan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak langsung dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga menjelang Ramadan.

“Sesuai dengan rapat bersama Pak Menko, fokus utama kita saat ini adalah bantuan bagi mereka yang berada pada Desil 1 dan 2. Namun, jika alokasi anggaran masih mencukupi, jangkauan bantuan akan terus ditingkatkan hingga mencakup Desil 3 dan 4,” ujar Gus Ipul.

Sejumlah KPM telah mengonfirmasi dana bantuan telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Untuk memastikan status penerimaan, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara online melalui aplikasi Cek Bansos maupun laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Jika bantuan belum cair, pemerintah mengimbau masyarakat memastikan data kependudukan masih aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta dapat berkoordinasi dengan pendamping bansos maupun pemerintah kelurahan dan desa setempat.

Di samping itu, Kemensos juga terus memperkuat pendampingan di lapangan agar penyaluran bansos berjalan tepat sasaran.

“Sementara pendamping-pendamping kami, sumber daya yang kami miliki di antaranya adalah pendamping PKH untuk membantu pemutakhiran,” kata Gus Ipul.

Pemerintah berharap penyaluran BPNT tahap pertama 2026 dapat dimanfaatkan optimal oleh KPM untuk memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi masyarakat prasejahtera.

Ida Bastian