Anggota TNI, Serda Rizal Aiyub Rela Jual Honda Beatnya Untuk Bangun Akses Jalan Ke Kediamannya

Portalindo.co.id, Tangerang – Tak pernah lelah, pulang pergi menggunakan sepeda motor rutin dijalankan Serda Rizal Aiyub saat menjalankan tugas sebagai anggota TNI yang berdinas sebagai Babinsa Koramil 08/Pamulang, Kodim 0506/Tangerang dengan melintasi jalan tanah yang licik jika hujan turun.

Sudah menjadi rutinitas sehari- hari bagi Serda Rizal Aiyub melintasi jalan tanah itu karena ia bersama istri dan anaknya tinggal di Desa Kalisuren, di Jl Haji Katong, RT 01/02, Kec Tajur Halang, Kab Bogor.

Situasi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Rizal. Namun, ia tak mau hanya diam dan menyerah begitu saja. Rizal mencoba mencari solusi agar akses ke rumahnya menjadi lebih mudah dan lancar.

Namun, untuk membangun jalan yang layak untuk dilewati, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Rizal semakin dipusingkan karena ia tidak memiliki cukup dana untuk membiayai perbaikan jalan tersebut.

Meskipun demikian, Serda Rizal selalu bersemangat, optimis, serta penuh keikhlasan dan pengabdian. Hanya ada satu opsi yang bisa ia lakukan, yaitu menjual motor kesayangannya.

Sosok Serda Rizal Aiyub, tak hanya menjalankan tugas sebagai prajurit TNI di wilayah binaannya, namun juga rela menjual motornya untuk membiayai pembangunan jalan setapak yang menuju ke kediamannya.

Tak terasa, motor Beat yang telah menemani setiap perjalanan Rizal selama ini harus dijual. Namun, hatinya lega karena ia bisa membiayai pembuatan jalan akses ke rumahnya. Dalam keterbatasannya, Serda Rizal bisa memberikan yang terbaik bagi lingkungan tempat tinggalnya.

Dengan ketulusan dan keikhlasannya, pembangunan jalan setapak yang panjangnya ±100 meter dengan lebar 1 meter mulai dibangun dengan bergotong royong. Beliau turut membantu menyanggupi adukan semen yang digunakan untuk membangun jalan kecil menuju kediamannya itu.

“Kondisi jalan dilingkungan tempat tinggal saya selama ini hanya jalan tanah dan licin jika hujan turun.” katanya, Jumat (24/05/2024).

“Awalnya merasa pesimis, tetapi kita harus yakin bahwa Allah SWT, dan akhirnya tergerak hati saya untuk bangun jalan setapak ini. Jika jalan ini diperbaiki, Insya Allah, warga juga dapat menggunakan akses jalan ini dengan tidak ada rasa kuatir lagi dengan jalan yang licin.” ujarnya sambil mengangkut adukan coran. (red)