Bekali Keterampilan Produktif, Rutan Surakarta Gandeng PT Kesongo Jaya Nusantara Latih Warga Binaan Pelintingan Rokok

Portalindo.co.id | Surakarta – Rutan Kelas I Surakarta terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengembangan keterampilan produktif yang memiliki potensi ekonomi. Kali ini, Rutan Surakarta bekerja sama dengan PT Kesongo Jaya Nusantara menyelenggarakan pelatihan pelintingan rokok sebagai upaya memberikan bekal keterampilan kerja yang aplikatif bagi Warga Binaan, Jumat (03/07).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bimbingan Kegiatan Rutan Surakarta tersebut diikuti oleh 10 Warga Binaan dengan pendampingan langsung dari petugas serta pihak PT Kesongo Jaya Nusantara. Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pengenalan sekaligus praktik mengenai teknik pelintingan rokok, mulai dari tahapan persiapan bahan, proses pelintingan, hingga upaya menjaga kerapian dan konsistensi hasil produksi.

Selama kegiatan berlangsung, para Warga Binaan tampak antusias dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mereka secara aktif mendalami teknik pelintingan serta mempraktikkan keterampilan yang diberikan dengan penuh kesungguhan. Pendampingan secara langsung juga dilakukan untuk membantu peserta memahami standar pengerjaan sehingga hasil lintingan dapat memiliki kualitas yang baik dan seragam.

Ke depan, rokok hasil lintingan Warga Binaan direncanakan turut dipasarkan ke pasar umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku. Rencana tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi hasil pembinaan produktif Warga Binaan sekaligus memperkuat keterhubungan antara program pembinaan di dalam Rutan dengan peluang usaha dan kebutuhan pasar.

Melalui kolaborasi ini, Rutan Surakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pengisian kegiatan selama masa pidana, tetapi juga pada penguatan kompetensi, produktivitas, dan kesiapan kembali ke masyarakat. Bekal keterampilan yang diperoleh diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, kemandirian, serta membuka peluang bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan. (*)