Dasco Bantah Isu PHK Massal TikTok-Tokopedia, Sebut Hanya Sekitar 200 Karyawan Ambil Paket Kompensasi

Umum51 Dilihat

Portalindo.co.id |Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar yang menyebut TikTok-Tokopedia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Menurutnya, sekitar 200 karyawan memilih mengambil paket kompensasi sebagai bagian dari penataan organisasi perusahaan, bukan karena diberhentikan.

Penjelasan itu disampaikan Dasco setelah manajemen TikTok-Tokopedia memenuhi undangan DPR untuk memberikan klarifikasi terkait isu PHK yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

“Enggak. Enggak begitu. Jadi, yang mengambil kompensasi itu baru sekitar 200-an saja dan yang sudah disalurkan, tadi saya belum tepat angkanya berapa. Yang bekerja di tempat lain juga sudah ada beberapa,” tutur Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia juga menjelaskan, berdasarkan paparan manajemen, para karyawan yang mengambil paket kompensasi tidak diberhentikan melalui mekanisme PHK. Sebagian di antaranya bahkan telah dialihkan ke unit usaha lain yang berada di bawah naungan TikTok Group.

“Jadi memang Tokopedia itu kan diakuisisi oleh TikTok group yang juga banyak lini usaha. Nah, jadi dalam usaha penataan itu, memang sudah ada yang kemudian mengambil kompensasi karena jumlahnya besar dan bekerja di tempat lain. Tapi, ada juga yang sudah mengambil kompensasi, tapi kemudian juga disalurkan di grup-grup anak TikTok begitu,” tutur Dasco.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Tokopedia Stephanie Susilo juga menegaskan bahwa tidak ada PHK di lingkungan TikTok maupun Tokopedia.

“Yang pertama adalah tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group,” kata Stephanie.

Stephanie menjelaskan, proses penataan organisasi dilakukan melalui mobilitas internal. Sebagian karyawan memilih menerima paket kompensasi dan melanjutkan karier di perusahaan lain, sementara sebagian lainnya dialihkan ke berbagai unit bisnis dalam grup TikTok-Tokopedia.

“Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat,” pungkas Stephanie. (Red/Spunik In)