Portalindo.co.id //
MOSKOW — Pakar kontra-terorisme internasional asal Mesir, Hatem Saber, memperingatkan bahaya penelitian di laboratorium biologi Amerika Serikat yang disebut dapat memicu ancaman global di masa depan.
Dalam wawancara dengan media Rusia Sputnik, Saber menyoroti perubahan sikap Washington terhadap keberadaan laboratorium biologis, dari sebelumnya membantah menjadi mulai mengakui dan membuka investigasi.
Menurutnya, perubahan tersebut menyimpan dimensi politik dan intelijen yang serius.
Saber mengatakan investigasi saat ini disebut mencakup lebih dari 120 laboratorium biologis. Ia secara khusus menyoroti penelitian “gain of function” atau peningkatan fungsi virus melalui rekayasa ilmiah.
“Penelitian semacam itu bisa menjadi bom biologis waktu yang berpotensi memicu pandemi global,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya kekhawatiran terhadap penggunaan data genetik untuk mengembangkan senjata biologis yang dapat menargetkan kelompok populasi tertentu.
Meski demikian, Saber menilai pengakuan Amerika Serikat atas keberadaan laboratorium tersebut sebagai “kemenangan fakta atas upaya penutupan informasi”.
Namun, ia mempertanyakan apakah aktivitas penelitian itu benar-benar akan dihentikan atau hanya dilanjutkan dengan nama dan mekanisme berbeda.
Isu laboratorium biologis sendiri selama beberapa tahun terakhir menjadi perdebatan internasional, terutama setelah muncul berbagai tudingan terkait penelitian virus dan keamanan biologis global.
Red **







